16 December 2017

Bos Facebook Akhirnya Keluar Bui

Konfrontasi - Seorang eksekutif Facebook ditahan polisi di Brasil terkait penolakan membeberkan data WhatsApp. Tapi dalam waktu singkat, dia sudah dibebaskan.

Diego Dzodan, Vice President Facebook for Latin America, ditangkap di rumahnya di wilayah elit kota Sao Paulo. Ia dibebaskan setelah mendekam semalam di penjara setelah hakim di pengadilan banding menganulir keputusan hakim di pengadilan lebih rendah untuk menahan Diego yang berkebangsaan Argentina.

Diego ditahan setelah hakim menilai Facebook yang dipimpinnya tidak kooperatif mematuhi perintah pengadilan. Facebook selaku pemilik WhatsApp diminta membantu investigasi jaringan narkoba dengan membeberkan data yang diperlukan di WhatsApp.

Dikutip detikINET dari Guardian, investigator pertama kali menghubungi pihak WhatsApp sekitar 4 bulan lalu untuk meminta data dimaksud. Karena tidak dipenuhi, WhatsApp kemudian didenda USD 12 ribu per hari dan seterusnya sampai mereka mau membuka data.

Akumulasi denda itu saat ini sudah mencapai ratusan ribu dolar dan tidak ada perkembangan berarti. WhatsApp tidak membayarnya dan tidak juga memberikan konten yang diminta. Mungkin itu yang membuat hakim frustrasi dan meminta Diego ditahan.

Kepolisian Brasil kecewa karena Facebook tidak mengikuti langkah perusahaan internet raksasa lain seperti Google dan Yahoo. Google dan Yahoo ini dinilai lebih kooperatif dan mau menyerahkan informasi user yang diminta aparat.

Tapi Facebook punya pembelaannya sendiri. Dikatakan bahwa konten pesan di WhatsApp memiliki enskripsi end to end dan hanya bisa diakses oleh pengirim dan penerima. Facebook juga menegaskan mereka tidak memiliki informasi yang diminta otoritas Brasil.

Facebook pun menyesalkan penahanan Diego. "Menangkap orang yang tak memiliki keterkaitan dengan investigasi aparat adalah langkah tidak perlu," kata Facebook.

Perseteruan antara Facebook dan pengadilan Brasil ini diperbandingkan dengan duel antara Apple dan FBI di Amerika Serikat. Seperti diberitakan, Apple diminta FBI melakukan unlock iPhone yang digunakan tersangka pembunuhan massal di San Bernadino. Tapi Apple menolaknya sehingga kasus ini berujung ke pengadilan. (akl/ar)

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...