16 June 2019

Bangkrut, Bos Gionee Lelang Belasan Kendaraan untuk Bayar Utang

KONFRONTASI-Salah satu vendor smartphone asal China, Gionee, mendadak bangkrut pada akhir tahun lalu. Runtuhnya Gionee disinyalir lantaran kebiasaan pendirinya yang gemar berjudi.

Alhasil, aset perusahaan berupa mobil mewah pun harus dilelang demi menutup utang yang menggunung.

Sebanyak 18 mobil milik Gionee termasuk Mercedes Benz S600 dilelang di e-commerce Taobao milik Alibaba. Dalam kurun waktu 24 jam, empat belas armada terjual dengan total 4,15 juta yuan (Rp 8,7 miliar), sebagaimana dikutip dari South China Morning Post, Senin (20/5/2019)

S600 sendiri cukup menarik perhatian dengan sebanyak 186 penawaran. Mobil premium ini akhirnya terjual 40% lebih tinggi dibanding harga awal.

Puncak kejayanaan Gionee terjadi di 2016, di mana mereka berhasil menjual 40 juta unit smartphone pertahun dan berhasil menduduki peringkat 10 besar merek teratas di China.

Handset mid-budget-nya populer di kalangan konsumen di kota-kota kecil di negara Tirai Bambu itu dan juga bebrapa negara di Asia Tenggara.

Gionee bersaing dengan sesama vendor asal China seperti Oppo dan Vivo. Tapi sayangnya, disaat yang lain meroket pesat, Gionee berjalan di tempat.

Pada bulan Desember tahun lalu, pengadilan Shenzhen menerima permohonan Gionee untuk likuidasi. Perusahaan itu dilaporkan berutang sekitar 20,2 miliar yuankepada para kreditor. Akibatnya Gionee tidak sanggup membayar tagihan dari para pemasok.

Dalam sebuah wawancara dengan Securities Times di Hong Kong pada November lalu, Liu mengatakan dia meminjam dana perusahaan untuk berjudi di kasino Saipan dan kehilangan lebih dari 1 miliar Yuan.(mr/inlh)

Tags: 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...