24 August 2019

Akankah Whatsapp Bernasib Seperti Telegram?

KONFRONTASI-Dalam waktu dekat Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengancam akan memblokir aplikasi pesan WhatsApp. Langkah itu diambil bila pihak WhatsApp tidak berupaya membersihkan konten-konten berbau pornografi.

Dirjen Aplikasi Informatika Kemenkominfo, Semuel Abrijani mengatakan, kementeriannya telah memblokir enam domain penyedia konten berformat Graphics Interchange Format (GIF), sebagaimana laporan masyarakat.

Meski bukanlah pihak pertama penyedia konten GIF, kata Samuel, WhatsApp tetap bertanggung jawab menindaklanjuti protes Pemerintah Indonesia.

"Kalau tidak ya kita terpaksa men-telegram-kan WhatsApp. Kita blokir jika tidak ada tanggapan yang serius," tegas Semuel dalam konferensi pers di Kantor Kemenkominfo, Jakarta, Senin (6/11).

Seperti diketahui, pemblokiran terhadap layanan pesan instan pernah terjadi terhadap Telegram pada Juli 2017. Saat itu, Kemenkominfo menemukan konten-konten negatif di Telegram, mulai dari bermuatan terorisme, radikalisme, hingga pornografi.

Pemblokiran Telegram dibuka usai CEO Telegram Pavel Durov menyambangi Indonesia dan bertemu langsung, bahkan sempat makan siang bersama Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

"WhatsApp tidak boleh lepas tangan karena ini di dalam platform-nya. Ini yang akan kita mau WhatsApp juga segera melakukan pembersihan ataupun menegur atau action apapun karena sudah diberikan notice," imbuhnya.

Semuel mengungkapkan, Kemenkominfo telah tiga kali mengirimkan protes ke pihak WhatsApp soal konten porno di GIF, yakni pada Minggu (5/11) malam dan Senin (6/11) dini hari dan pagi tadi.

Menurut dia, sesuai aturan WhatsApp memiliki waktu 2x24 jam untuk menindaklanjuti laporan itu. "Rabu harusnya mereka sudah merespons," ujarnya.[mr/jp]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...