23 November 2017

Pengamat Sosial Kemasyarakatan : Prabowo melakukan kesalahan besar, sebab mendukung ide atau gagasan Jokowi

KONFRONTASI--Dalam debat ke dua Capres Prabowo dan Jokowi yang berlansung di Grand Melia Minggu ( 15/6) Penyair dan Pengamat Sosial Kemasyarakatan Warih W Subekti menyatakan tindakan yang dilakukan Prabowo satu kesalahan fatal ( Prabowo menghampiri dan menyalami  Jokowi-red ) ini sangat menguntungkan Jokowi, semula Jokowi yang inferior dihadapan Prabowo menjadi terangkat kepercayaan dirinya, dengan menyetujui pendapat lawan mengesankan Prabowo tak memiliki jawaban atau paling tidak tak mampu menambah atau mengelaborasi jawaban ide maupun gagasan yang disampaikan Jokowi, hal ini disampaikanya pada KONFRONTASI.

Lebih jauh dia mengatakan, hal yang dilakukan Prabowo tak menambah dukungan atau simpati publik pada sikapnya yang seolah menghargai pendapat lawan debat dan memperlihatkan citra kerendahan diri/budi dari Prabowo, justru itu merupakan bumerang bagi kubu Prabowo yang seolah tak mempunyai alternatif jawaban dan ketidakpatuhan pada timses, seolah memberi suport pada pihak lawan, lain halnya bila tindakan Prabowo dilakukan seusai debat itu mencerminkan sikap fairnes dari Prabowo, tambah Warih yang juga Peneliti di LSM Freedom Foundation itu.

" Lagi-lagi ada hal yang ganjil yang kita saksikan pada sikap Prabowo pada debat pertama dia nampak tak menguasai emosi dan tamperamental dan pada debat yang kedua ini terlihat Prabowo bercanda dan kurang focus, bahkan melontarkan kata-kata ' Kita capai, enak moderator cuma duduk ' dan juga dia melambaikan tangan pada timses dan meminta maaf " lanjut Warih jebolan FPMIPA Unnes Semarang ini.

Ditempat terpisah aktivis reformasi pendukung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla, Fadjroel Rachman, menilai calon presiden Prabowo Subianto melakukan kesalahan besar dalam debat kandidat capres, Minggu (15/6/2014) malam. Kesalahan yang dimaksud ketika mendukung pernyataan lawan.

"Dengan pengakuan itu sebenarnya Prabowo mengakui lawannya lebih bagus jawabannya. Itu cara untuk mengatasi bahwa 'gua enggak bisa jawab'," ujar Fadjroel usai acara debat di Gran Melia, Jakarta, Minggu malam.

"Tapi dalam debat, itu kesalahan yang seharusnya tidak perlu dilakukan. Tidak penting," sambung Fadjroel.

Fadjroel mengatakan, publik ingin mencari hal yang beda dari dua calon presiden melalui acara debat tersebut. Publik ingin melihat bagaimana kedua calon pemimpinnya menjawab persoalan-persoalan yang ditanyakan.

Fadjroel pun memberikan skor 4-2 untuk Jokowi dalam debat kedua. Jokowi dianggap menguasai detail persoalan. Sementara Prabowo dinilainya kalah telak di tataran detail, terutama soal ketidaktahuan singkatan TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah). (baca: Prabowo Tak Tahu Singkatan TPID yang Ditanya Jokowi)

"Dia (Prabowo) hanya mengandalkan retorika. Di sesi satu dan dua retorikanya bagus, selebihnya dia kelabakan," lanjut Fadjroel.

Prabowo memuji Jokowi ketika membicarakan soal ekonomi kreatif. Tak hanya memuji, Prabowo juga menyalami Jokowi. (trbn)

 

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...