24 February 2018

JK tidak Khusnul Khotimah kalau Jegal Rizal Ramli Masuk Kabinet

KONFRONTASI- Dikhawatirkan Jusuf Kalla tidak khusnul khotimah dan malah rusak serta kualat kalau kembali menjegal Rizal Ramli menajdi menko perekonomian Kabinet Jokowi. Penjegalan itu sungguh keji. Kalangan GMNI  dan HMI nasionalis dan relawan Jokowi bakal bergolak jika Jusuf Kalla, sang wapres Jokowi, menjegal dan memblokade teknokrat senior Dr Rizal Ramli sebagai menko ekuin Kabinet Jokowi karena langkah itu justru menjadi blunder besar bagi Jokowi-JK yang kini dikepung Koalisi Merah Putih. Jusuf Kalla dihimbau legowo dan amanah jika ada keputusan Jokowi-Megawati untuk memasukkan tokoh nasional Rizal Ramli ke dalam kabinetnya. Sejauh ini Rizal Ramli adalah ekonom senior yang paling kredibel dan terhormat serta sangat disegani kubu Koalisi Merah Putih maupun kubu Indonesia Hebat Jokowi-Megawati.

Demikian pandangan Reinhard MSc (peneliti senior Bung Karno Institute) dan Galih Andreanto (Komisi Pembaruan Agraria dan alumnus GMNI) serta  Fathor Rasi MA (Direktur Forum Inteligensia Bebas dan peneliti The New Indonesia Foundation serta alumni HMI) secara terpisah kepada Konfrontasi, semalam. Ketiga peneliti itu menilai, tidak etis dan tidak bermoral jika Jusuf Kalla yang sudah sepuh-tua itu menjegal Rizal Ramli masuk kabinet Jokowi. ''Itu tindakan tidak bermoral, tidak etis dan tidak pantas dari JK, dan hanya memperbanyak musuh bagi Koalisi Jokowi-JK (Indonesia Hebat) yang sudah babak belur dihantam Koalisi Merah Putih di parlemen dan di luar parlemen),'' kata Reinhard dan Galih serta Fathor.

Sofyan Wanandi Apindo dan kubu Jusuf Kalla yang dikenal  satu kubu, dicurigai kalangan GMNI dan HMI bakal menjegal Rizal Ramli sebagai menko perekonomian Kabinet Jokowi. Kabar kencang bertiup di kalangan Kelompok Cipayung bahwa Jusuf Kalla ngotot menjegal Rizal Ramli masuk kabinet Jokowi. Jusuf Kalla bagai macan tutul yang siap menerkam di kandang Banteng.

Nehemia Lawalata ,alumni GMNI, mengatakan, calon presiden dari PDI-P Joko Widodo harus berhati-hati memilih menko perekonomian. Menurut dia, jangan sampai JK,wapres yang dipilihnya justru akan menjadi "predator" PDI-P.

"Hati-hati, jangan sampai di kandang 'banteng' itu dilahirkan diletakkan seekor 'macan tutul' yang menerkam 'banteng'," ujar Nehemia dalam diskusi Founding Fathers House, Jakarta, Kamis (15/5/2014).

Mendengar hal tersebut, pendiri PDI-P, Sabam Sirait, yang duduk berjarak dua kursi darinya, memintanya untuk memberi tahu siapa gerangan sang "macan tutul". "Tolong bisikkan ke saya siapa itu," kata Sabam. "Akan saya bisikkan nanti yakni JK," jawab Nehemia.

'Masyarakat sipil (civil society) termasuk NU dan Muhammadiyah sudah tahu bahwa Sofyan Wanandi telah mendesak Jusuf Kalla untuk menjegal Rizal Ramli sebagai menko ekuin kabinet Jokowi. '' Padahal  penjegalan itu tidak bermoral, tidak etis dan sangat disesalkan oleh kaum nasionalis dan Muslim santeri,'' tegas Cokrowibowo, mantan Sekjen GMNI yang juga aktivis Persatuan Alumni GMNI.

Kalangan GMNI , kata Cokrowibowo, berharap Jusuf Kalla legowo menerima Rizal Ramli sebagai menko perekonomian Kabinet Jokowi dan  seluruh kelompok dalam kubu Jokowi itu bersatu membangun Trisakti Soekarno untuk kejayaan bangsa. ''Kalau kubu JK, kubu Megawati dan kubu civil society Rizal Ramli bersatu di Kabinet Jokowi, maka Koalisi Merah Putih tidak akan semena-mena dan tidak akan mampu melumpuhkan Kabinet Kerja Trisakti Jokowi-JK,'' tegas Cokro.

Di berbagai media, para alumni GMNI, mantan aktivis gerakan mahasiswa dan  akademisi menilai, hanya ekonom senior Rizal Ramli yang kapabel sebagai Menko Perekonomian Kabinet Jokowi untuk menghadapi tekanan dan hegemoni Koalisi Merah Putih di parlemen dan di medan laga politik negeri ini(k)
- See more at: http://www.konfrontasi.com/content/nasional/blunder-besar-jika-jusuf-kal...

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...