24 November 2017

Ekonom UI Menilai Sofyan Djalil Kurang Kredibel karena Lebih Paham Ekonomi Mikro

JAKARTA-Ekonom Universitas Indonesia, Lana Soelistianingsih, mengatakan reaksi pasar terhadap dilantiknya Sofyan Djalil sebagai Menko Perekonomian dirasa kurang baik. Ini karena Sofyan dinilai lebih berpengalaman di bidang ekonomi mikro."Pasar nampaknya kurang sreg, terhadap Menko saat ini," kata Lana saat dihubungi Tempo pada, Senin, 27 Oktober 2014. Sofyan adalah orang kepercayaan Jusuf Kalla dan masuk ke kabinet  Jokowi dengan menggendong kepentingan bisnis besar JK pula.

Menurut Lana, pengalaman Sofyan sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara periode 2007-2009, lebih bersifat di ekonomi mikro. Sedangkan posisi menko perekonomian lebih ke ekonomi makro. Hal ini yang membuat pasar sedikit khawatir.

"Koordinator lebih luas cakupannya, bagaimana menghadapi kebijakan The Fed, pengendalian inflasi dan lainnya."

Sofyan Djalil, kata Lana, dapat membuktikan kredibilitasnya terhadap pasar dalam menanggulangi tingkat inlfasi akibat dari kenaikan harga BBM. Jika nilai inflasi lebih rendah dari perhitungan pengamat selama ini, kata Lana, Sofyan dapat membalikan sentimen pasar saat ini. "Jika berhasil akan meningkatkan kepercayaan pasar."

Sofyan Djalil pernah menjabat Menteri Komunikasi dan Informasi pada 2004-2007. Setelah itu, pria asal Aceh tersebut ditunjuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara pada 2007-2009.

Pria kelahiran 1953 ini adalah sarjana hukum Universitas Indonesia. Dia memperoleh gelar Doctor of Philosophy di bidang hukum dari Tufts University, Amerika Serikat. Sofyan juga merupakan salah satu pengajar di program pascasarjana hukum di Universitas Padjadjaran. (tempo)

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...
Kamis, 23 Nov 2017 - 20:55
Kamis, 23 Nov 2017 - 20:50
Kamis, 23 Nov 2017 - 20:41
Kamis, 23 Nov 2017 - 19:27
Kamis, 23 Nov 2017 - 19:25
Kamis, 23 Nov 2017 - 19:22
Kamis, 23 Nov 2017 - 19:20
Kamis, 23 Nov 2017 - 18:05