21 August 2019

Wali Kota Blitar Berang Empat Bawahannya Tertular HIV

Konfrontasi - Empat pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota Blitar, Jawa Timur dikabarkan positif mengidap HIV. Legislatif menilai masalah itu tidak bisa dibiarkan dan mereka akan secepatnya memanggil dinas terkait untuk meminta penjelasan.

“Kita akan secepatnya meminta klarifikasi ke Dinas Kesehatan terkait kasus ini,” ujar Ketua Komisi I DPRD Kota Blitar, Henry Pradipta Anwar kepada wartawan, Minggu (15/5/2016).

Henry yang juga putra Wali Kota Blitar, Muh Samanhudi Anwar melihat sosialisasi terhadap bahaya HIV dan AIDS kepada masyarakat masih kurang maksimal.

Salah satunya mengacu pada data kasus HIV dan AIDS di Blitar yang mencapai 69 kasus sepanjang 2016. Sementara pada 2015, terdapat 75 kasus dengan 36 orang di antaranya meninggal dunia. Kasus itu menyebar merata ke berbagai kelompok sosial. Mulai bekas pekerja seks komersial (PSK), pekerja swasta, PNS hingga ibu rumah tangga.

Karenanya, kata Henry, pertemuan dengan dinas terkait untuk mencari solusi terbaik bersama. “Sebab terkait dengan PNS ini menyangkut dengan pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.

Henry menambahkan, bahwa dinas terkait sudah waktunya melakukan sosialisasi hingga tingkat rukun tetangga dan rukun warga. Selain dialogis, secara tekhnis, penyuluhan bisa dilakukan dengan memasang papan himbauan atau sejenisnya di tingkat RT dan RW.

“Sebab RT/RW merupakan ujung tombak masyarakat. Sementara kasus ini sudah kategori mencemaskan,” ujar Henry.

Kepala Seksi Pencegahan Pengamatan dan Pemberantasan Penyakit (P2PL) Dinas Kesehatan Kota Blitar, Dissie L Arlini mengatakan, bahwa terinfeksinya empat PNS oleh HIV dan AIDS akibat kebiasaan berganti pasangan.

Saat ini virus yang bersarang masih dalam stadium HIV dengan rutin mengkonsumsi Antiretroviral (ARV). “Kondisi kesehatan keempat PNS ini terus dalam pantauan. Hal itu mengingat mereka merupakan abdi negara,” ujarnya. (oke/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...