25 February 2020

Virus Corona Mirip SARS Menular ke Beberapa Negara, Indonesia Ikut Bersiaga

KONFRONTASI -   Virus baru yang belum lama ini muncul di Wuhan, Tiongkok akhirnya dapat diidentifikasi oleh tim medis setempat.

Seperti diberitakan sebelumnya oleh Pikiran-Rakyat.com, virus ini baru diketahui menyerang manusia sejak Selasa, 31 Desember 2019.

Dengan gejala seperti pneumonia, virus tersebut awalnya diduga berasal dari keluarga SARS yang pernah menewaskan 349 orang di Tiongkok dan 299 orang di Hong Kong pada 2002-2003.

 

Lebih dari 50 orang terinfeksi virus tersebut dan 6 diantaranya dalam keadaan kritis pada Jumat, 3 Januari 2020.

Para pejabat pemerintahan Tiongkok dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kemudian menyimpulkan bahwa virus tersebut adalah virus Corona.

Pada Sabtu, 11 Januari 2020, kematian pertama akibat virus tersebut dilaporkan oleh komisi kesehatan kota Wuhan.

 

Setelah itu, seluruh negara bergegas mengawasi perbatasannya terutama bagi pelancong yang datang maupun baru pulang dari kota berpopulasi 11 juta orang tersebut.

Pihak berwenang di Hong Kong telah mengambil tindakan pencegahan termasuk meningkatkan disinfeksi kereta dan pesawat, dan memeriksa penumpang yang berasal dari Wuhan.

Bandara Los Angeles International, San Francisco International dan John F. Kennedy International New York di Amerika Serikat (AS) memulai upaya penyaringan pada Sabtu, 18 Januari 2020.

Tiga bandara Kanada juga mulai meminta penumpang udara yang berasal dari kota Wuhan, untuk melaporkan kepada pejabat perbatasan jika mereka memiliki gejala flu.

Adapun Indonesia juga ikut bersiaga dengan menyiapkan alat pendeteksi suhu di semua bandara dan pelabuhan di Kepulauan Riau.

Pemerintah Jepang dan Thailand menjadi yang pertama kali mengonfirmasi kasus virus corona di luar Tiongkok.

 

Korea Selatan baru melaporkan kasus pertama pada Senin, 20 Januari 2020.

Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Daily Mail, kasus virus corona di Tiongkok pun telah menyebar ke beberapa kota.

Satu orang pasien muncul di Shanghai, lima orang di Beijing dan 14 orang di Guangdong. Di Wuhan sendiri, terdapat 198 pasien yang masih dirawat dan 3 orang telah meninggal dunia.
Di luar Tiongkok, Thailand masih merawat dua orang yang terjangkit virus ini, sedangkan Korea Selatan dan Jepang melaporkan satu kasus saja.

Virus ini menjadi perhatian dunia dan banyak yang berempati kepada tiga korban yang telah meninggal dunia.

Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari The Guardian, Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok pada Senin, 20 Januari 2020 juga mengonfirmasi bahwa penyakit ini benar-benar bisa menular.

 

Namun, pengumuman ini kemungkinan akan membuat banyak orang ketakutan lantaran orang-orang Tiongkok sebentar lagi akan banyak berkumpul dan merayakan Tahun Baru Imlek.

Kala perayaan tersebut digelar, ada jutaan orang yang mudik ke Tiongkok dan memungkinkan untuk membawa penyakit tersebut ke seluruh penjuru dunia ketika kembali.

Pemerintah Indonesia sendiri ikut meningkatkan kewaspadaan, namun tidak dengan mengeluarkan pelarangan kunjungan atau travel ban.

 

"Tidak ada travel ban, yang ada hanya travel advisory ke Tiongkok," kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono pada Senin, 20 Januari 2020 dikutip Pikiran-Rakyat.com dari AntaraPemerintah hanya mengimbau agar pelancong lebih berhati-hati saat berkunjung ke Korea, Jepang, Thailand, dan Tiongkok.

WNI diimbau untuk menghindari pasar hewan laut ataupun unggas saat berwisata ke Tiongkok. Penderita flu, demam, batuk di sana pun harus dihindari dan segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat.

 

Selain itu, wisatawan juga perlu menjaga kebersihan diri dengan selalu mencuci tangan.

Adapun untuk perbatasan, 135 pintu masuk Indonesia dengan pendeteksi suhu. Warga Negara Asing (WNA) juga diberikan Health Alert Card untuk memantau kesehatan selama satu hingga dua minggu

(Jft/PR)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...