14 October 2019

Ucapan Terakhir Korban Pembunuhan Sadis Dadap

Konfrontasi - Eno Fariha (18), karyawati PT Polyta Global Mandiri, Kosambi, yang tewas mengenaskan di mess pabrik, dikenal sebagai anak yang baik dan pendiam.

Ibu korban, Mahpudoh mengatakan, Eno sempat pulang ke rumah di Kampung Bangkir, Kelurahan Pegandikan, Lebak Wangi, Kabupaten Serang, saat libur panjang pada 5-7 Mei 2016.

"Dia pulang dan sempat nanya, ‘Ibu mau apa?’ Saya bilang enggak mau apa-apa, duitnya buat kamu beli baju bagus saja," katanya ketika ditemui di RSUD Kabupaten Tangerang, Jumat (13/5/2016).

Eno yang merupakan anak keempat dari tujuh bersaudara ini memang kerap membawa buah tangan untuk keluarganya setiap pulang ke rumah. "Dia pulang seminggu sekali. Suka bawa makanan, kue, permen buat adiknya, padahal gajinya kecil. Jadi, suka saya suruh nabung saja," katanya sambil menangis.

(Baca Juga: Warga Dadap Dihebohkan Temuan Mayat Gadis Tewas dengan Gagang Cangkul di Kemaluan)

Gadis yang memiliki tinggi 170 cm ini memang ingin bekerja setelah lulus SMK. Pasalnya, dia tidak betah jika menganggur di rumah. Mahpudoh mengaku mengizinkannya bekerja di Polyta Global Mandiri karena banyak temannya yang bekerja di sana.

"Sebenarnya, dia disuruh kuliah, tapi inginnya kerja. Karena di sini banyak barengan teman-temannya, saya izinin. Dia baru kerja 6 bulan di sana," ujarnya.

Mahpudoh tidak menyangka putrinya tewas dengan cara yang mengenaskan. Dia baru tahu kabar itu sekira pukul 09.00 WIB dari teman anaknya. "Saya kira kecelakaan, ternyata dibunuh. Rasanya kaya kiamat, sedih sekali. Tega banget pelaku melakukan itu sama anak saya," jelasnya. (oke/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...