23 January 2017

Takut Dipolisikan, Sejoli Ini Bunuh Sopir Angkot

KONFRONTASI-Polisi menangkap sepasang kekasih asal Kota Medan, Sumatera Utara karena diduga melakukan pembunuhan terhadap seorang kakek yang seorang pengusaha angkot asal Kabupaten Serdangbedagai bernama Herman Tarigan.

Pasangan kekasih itu adalah JSH alias J (25), warga Jalan Gaharu VIII Medan Amplas dan pacarnya, JSH alias DLT (34) warga Jalan Melati X Blok X, Nomor 79, Perumnas Helvetia Medan. Mereka melakukan aksi pembunuhan itu bersama seorang rekannya berinisial PM alias P (36), yang juga warga Medan.

Kapolres Sergai AKBP Eko Suprihanto, Senin 9 Januari 2017 mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, ketiga pelaku tega membunuh korban karena tak ingin perbuatannya merusak angkot korban dilaporkan ke Polisi.

Kasus pembunuhan itu bermula saat pasangan kekasih DLT dan JSH meminjam angkot korban untuk jalan-jalan pada malam pergantian tahun beberapa hari lalu. Saat membawa angkot tersebut, tepatnya di daerah Pematang Siantar, angkot itu ternyata mogok.

Korban yang mengetahui angkotnya rusak kemudian meminta para pelaku memperbaiki angkot tersebut dan langsung pulang ke Serdangbedagai. Permintaan itu pun dipenuhi para pelaku. Namun di tengah perjalanan menuju Serdangbedagai, tepatnya di jalan lintas Pematangsiantar-Tebingtinggi, angkot tersebut terguling. Para pelaku kemudian meninggalkan angkot itu begitu saja di pinggir jalan, mereka kemudian mendatangi korban di Serdangbedagai dan melaporkan kejadian tersebut.

Korban yang didatangi para pelaku pun kesal. Ia kemudian mengancam akan melaporkan perbuatan pelaku ke Polisi. Karena tak mau berurusan dengan polisi, para pelaku kemudian membunuh korban dan membuang jenazah korban di pinggir Jalan Raya Dolok Masihul, Serdangbedagai. Keberadaan jenazah korban ini sempat membuat warga sekitar lokasi pembuangan jenazah heboh.

“Jenazah korban kemudian dibuang begitu saja di pinggir jalan, untuk menghilangkan jejak pembunuhan itu. Mereka membuat seolah-oleh korban merupakan korban tabrak lari,” ujar AKBP Eko.

Atas perbuatannya, para pelaku akan dijerat dengan Pasal 338 subsider Pasal 170 ayat (2), subsider Pasal 351 ayat (3) juncto Pasal 55 dan 56 KUHPidana. “Ancamannya mulai 5-20 tahun penjara,” tukasnya.[mr/okz]

Tags: 
Category: 

loading...
loading...

BACA JUGA:      

Loading...