27 May 2018

Seorang Mahasiswa 23 Tahun yang Nekat Tebas Polisi Ternyata Mau Serang Palembang

KONFRONTASI -  

Markas Polda Riau di Kota Pekanbaru menjadi sasaran serangan kelompok teroris, Rabu (16/5/2018) pagi.

Seorang anggota Polri, Inspektur Dua (Ipda) Auzar,meninggal dunia akibat ditabrak teroris yang mengendarai mobil warna putih.

Seorang perwira polisi lainnya, Komisaris Polisi (Kompol) Faris Abdullah, dan Brigadir John Hendrik mengalami luka-luka setelah diserang para teroris menggunakan pedang.

John Hendrik merupakan anggota Propam Polda Riau, sedangkan Kompol Farid merupakan personel Bidang Hukum (Bidkum) Polda Riau.

Dari pihak teroris, empat orang tewas diterjang peluru, seorang lainnya ditangkap hidup setelah berupaya melarikan diri.

Polisi jadi korban penyerangan Mapolda Riau Rabu (15/5/2018)

Polisi jadi korban penyerangan Mapolda Riau Rabu (15/5/2018) (TribunPekanbaru/DoddyVladimir)

Para teroris menggunakan mobil Toyota Avanza BM 1192 RQ untuk menabrak gerbang masuk Polda Riau yang berada di depan kantor Gubernur Riau, sekira pukul 09.00 WIB.

Setelah masuk ke halaman kantor polisi, sebanyak empat teroris menyerang petugas yang tengah berjaga.

Mereka beraksi menggunakan senjata tajam.

Kompol Farid Abdullah harus menjalani operasi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau karena kepalanya terkena sabetan pedang samurai.

Tim Jihandak Gegana Satuan Brimob Polda Riau yang memeriksa mobil para teroris, menemukan rangkaian kabel dan sebuah kotak.

"Dari pemeriksaan ada rangkaian kabel, ada kotak kosong. Masih didalami," kata Kepala Bidang Humas Polda Riau AKBP Sunarto.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan empat teroris yang tewas tergabung dalam kelompok Negara Islam Indonesia (NII) yang berafiliasi dengan ISIS Dumai.

Sedangkan seorang teroris lagi masih dilakukan pendalaman.

Dua jenazah pelaku penyerangan tergeletak di jalan pintu masuk Polda Riau di Pekanbaru, Riau, Jumat (16/5). Sejumlah pria menggunakan mobil minibus mencoba menerobos dan melakukan penyerangan ke Polda Riau pada sekitar pukul 09.00 Wib. (ANTARA FOTO/Retmon)
Editor : Caroline Damanik

Dua jenazah pelaku penyerangan tergeletak di jalan pintu masuk Polda Riau di Pekanbaru, Riau, Jumat (16/5). Sejumlah pria menggunakan mobil minibus mencoba menerobos dan melakukan penyerangan ke Polda Riau pada sekitar pukul 09.00 Wib. (ANTARA FOTO/Retmon) Editor : Caroline Damanik ()

Sempat datang ke Mako Brimob

Polri mengatakan bahwa empat terduga teroris yang menyerang Mapolda Riau memilki keterkaitan dengan dua orang terduga teroris yang ditangkap di Palembang, Sumatera Selatan pada Senin (14/5/2018).

Menurut Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Setyo Wasisto, keenam terduga teroris tersebut sempat datang ke Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok pasca kerusuhan napi terorisme di Rutan Mako Brimob.

Tujuannya untuk melakukan penyerangan.

"Mereka sudah datang ke Mako Brimob, tetapi karena Mako Brimob sudah kondusif, mereka pulang," ujarnya di Kantor Mabes Polri, Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Dari enam terduga teroris itu, kata Setyo, dua orang pulang ke Palembang, Sumatera Selatan dan berhasil ditangkap oleh Densus 88 di kawasan Pasar KM 5 Palembang.

"Ini yang 4 empat (pergi) ke Pakanbaru, Riau, melakukan penyerangan (terhadap Mapolda Riau) tetapi kami bisa patahkan," kata dia.

Seperti diketahui, pada Rabu pagi, mobil Avanza BM 199 RQ yang di dalamnya ada 5 orang masuk ke area Mapolda Riau.

Empat orang lantas keluar dari dalam mobil dan menyerang petugas dengan senjata tajam.

Petugas lantas melakukan tindakan tegas dengan menghadiahi 4 orang terduga teroris dengan timah panas hingga tewas.

Mereka adalah Mursalim alias Ical alias Pak Ngah (42), Suwardi (28), Adi Sufiyan (26) dan Daud.

Adapun satu terduga teroris sempat kabur menggunakan mobil tersebut dan sempat menabrak petugas.

Namun, polisi akhirnya bisa menangkap satu orang terduga teroris tersebut.

Akibat penyerangan itu, 1 polisi gugur, 2 lokasi mengalami luka, dan 2 wartawan mengalami luka.

Berikut identitas dari empat teroris yang tewas di Polda Riau:

1. Mursalim alias Ical alias Pak Ngah, pria, 48 tahun, buruh harian lepas, alamat Jl Raya Dumai-Sei Pakning, Jl Santri Assakinah, Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai, Dumai.

2. Suwardi, pria, 29 tahun, alamat Jl Raya Lubuk Gaung, RT 03, Kelurahan Lubuk Gaung, Kecamatan Sei Sembilan, Kota Dumai.

3. Adi Sufiyan, pria, 23 tahun, mahasiswa, alamat Jl Pendowo, Gg Mekar, RT 06, Kelurahan Bukit Batrem I, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai.

4. Pria berinisial PG, warga Jalan Perjuangan Gang Permai, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai.

Seorang pelaku yang dapat ditangkap hidup sempat terlibat kejar-kejaran dengan polisi.

Pelaku bahkan lari mengarah ke halaman rumah dinas Wakapolda Riau.

Sejumlah barang bukti yang diamankan polisi antara lain rangkaian kabel, sangkur, samurai, gulungan bendera hitam, sebo, celana, pisau lipat, pelindung lutut, dan sepatu.

Kepolisian mengungkapkan, empat orang pelaku aksi penyerangan Markas Polda Riau merupakan rekan dari tahanan kasus teroris, Wawan Kurniawan (42) dan Benny Syamsu Trisno, biang kerusuhan di Rutan Mako Brimob Kepala Dua, Depok, Jabar, Selasa (7/5) silam.

Wawan alias Abu Afif adalah tahanan yang menjadi pemicu kerusuhan dan penyanderaan di Rutan Mako Brimob.

Benny dan Wawan saat ini tengah menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat terkait kasus pelatihan militer (i'dad) untuk menyerang sejumlah markas polisi di Riau.

Para pelaku itu menjadi rekan Beni alias Abu Ibrahim dan Wawan selama pelatihan di Pekanbaru. "Iya mereka teman-teman Beni di Pekanbaru. Masih satu jaringan," jelas Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto di Mabes Polti, Jakarta, Rabu (16/5).

Seorang oknum diduga pelaku teror diamankan kedalam sebuah mobil kepolisian Polda Riau.

Seorang oknum diduga pelaku teror diamankan kedalam sebuah mobil kepolisian Polda Riau. (istimewa)

Ia mengungkapkan sebagian besar teroris merupakan anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD), sebagian lagi jaringan Negara Islam Indonesia (NII).

Namun, seluruhnya sudah berbaiat kepada kelompok Negara Islam Irak-Suriah (ISIS). "Semuanya berbaiat kepada ISIS, ada JAD ada NII," ujar Setyo.

Surat teroris

Dalam aksi teror tersebut, beredar sebuah foto secarik kertas di atas tubuh jenazah terduga teroris.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi lebih lanjut dari pihak kepolisian terkait surat ini.

Gerebek Satu Gubuk Terduga Anggota Kelompok Teroris di Dumai

Kapolres Dumai, AKBP Restika PN memimpin langsung tim tersebut.

Pantauan Tribunpekanbaru, tim bergerak ke Jalan Raya Dumai-Sei Pakning.

Mereka menyusuri Jalan Santri Assakinah, Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai.

Tim tampak berhenti mendatangi sebuah gubuk kayu.

Mereka dengan senjata lengkap dan rompi anti peluru bergerak satu persatu mendekati gubuk kayu tersebut.

Mapolda Riau Diserang

Mapolda Riau Diserang (kolasesripoku.com/ist)

Ada dugaan gubuk itu milik satu terduga anggota jaringan kelompok yang menyerang Mapolda Riau, Rabu (15/5/2018)pagi.

Dugaan sementara gubuk itu milik pria yang dikenal dengan sebutan Pak Ngah.

Para personel polisi tampak melakukan penggerebekan di gubuk itu.

Polisi juga melarang wartawan mendekati gubuk dengan alasan keamanan. 

Tak hanya itu, aparat Polres Dumai menyita sejumlah buku dari rumah orangtua terduga teroris berinisial AN, Rabu (16/5/2018) sore.

Mereka menyita buku di dalam plastik berwarna merah dari rumah orangtua AN di Jalan Pendowo, Kelurahan Bukit Batreem, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai.

 AN diduga terlibat dalam aksi penyerangan Mapolda Riau.

Polisi lantas mengangkutnya dengan satu unit mobil pick up warna putih.

Mereka membawanya ke Mapolres Dumai bersama barang bukti. (*) 

Artikel ini telah tayang di Tribunpekanbaru.com dengan judul Fakta Serangan Teroris di Polda Riau, Ada yang Mahasiswa hingga Pernah Latihan Serang Kantor Polisi, http://pekanbaru.tribunnews.com/2018/05/17/fakta-serangan-teroris-di-pol....(KONF/SRIPOKU)

Category: 
Loading...