14 October 2019

Sadis, Bocah Dibawah Umur Jadi Pelaku Pembunuhan Siswi SMA

Konfrontasi - Kisah teragis dialami oleh Siti Marhatusholikhat (18), warga Desa Cikeusal, Kecamatan Cikeusal yang menjadi korban pemerkosaan dan pembunuhan, akibat menolak cinta pelaku ER (17) yang tidak lain merupakan adik kelasnya di SMA.

Kapolres Kabupaten Serang, AKBP Wibowo mengungkapkan, korban sebelumnya telah dilaporkan menghilang oleh keluarganya ke Polsek Cikeusal sejak Kamis, (30/11/2017) dengan mengendarai motor Honda Beat A 246 GE, mendapatkan laporan tersebut pencarian mulai dilakukan.

"Hari Rabu (13/12/2017) warga Cikeusal dihebohkan dengan penemuan mayat perempuan yang memiliki ciri-ciri yang sama dengan korban," kata Wibowo saat jumpa pers di Mapolres Kabupaten Serang, Jumat (15/12/2017).

Ia mengatakan, mendapat laporan tersebut, pihaknya mulai melakukan penyelidikan dan tidak membutuhkan waktu yang lama, selang satu hari sejak penemuan mayat, aparat kepolisian langsung mengamankan empat orang pelaku yang tidak lain merupakan teman korban.

"Tim langsung melakukan penyelidikan, pelaku sudah diamankan dengan inisial ER, DS, R dan RD, Motifnya soal percintaan," katanya.

Ia menuturkan, tindakan keji yang dilakukan pelaku utama yang masih dibawah umur, bermula ketika pelaku mengungkapkan perasaannya kepada korban, namun karena korban menolak, ER langsung meluapkan emosinya dengan menyeret korban ke samping sungai Cibongor, yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP) penemuan mayat korban.

"karena emosi, ER menarik korban dan hendak memperkosanya, namun karena korban berontak dan berteriak akhirnya pelaku membenturkan kepala korban ke batu yang ada di pinggir sungai," lanjutnya

Tidak sampai disitu, lanjut Wibowo, kepala korban yang telah dibenturkan, kemudian ditenggelamkan disungai hingga akirnya korban meninggal dunia.

"setelah meninggal pun, korban masih disetubuhi pelaku," terangnya.

Lebih dalam, Wibowo mengungkapkan, peran ketiga pelaku lainnya yaitu DS dan R, membantu memegang tangan dan kaki korban, kemudian RD membantu ER, DS dan R menenggelakan korban disungai untuk menghilangkan jejak kejahatan tersebut.

"tubuh korban ditenggelamkan dan ditutupi bambu agar tidak ditemukan warga, namun karena air meluap karena hujan yang terjadi, bambu tidak mampu menahan dan akhirnya tubuh korban ditemukan oleh warga setempat," ungkapnya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, para pelaku diancam pasal 338 dan 339 dengan ancaman penjara minimal 20 tahun atau maksimal seumur hidup. (nwsm/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...