8 December 2019

Rusia Sebut Upaya AS Kuasai Ladang Minyak Suriah adalah Perampokan

KONFRONTASI -  Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov telah menegaskan kembali bahwa upaya yang dilakukan oleh Amerika Serikat untuk mengendalikan ladang minyak Suriah adalah "ilegal" dan sama dengan "perampokan," menekankan bahwa upaya semacam itu hanya menghambat penyelesaian politik yang sangat dibutuhkan di sana.

Diplomat top Rusia itu membuat pernyataan dalam konferensi pers dengan timpalannya dari Armenia Zohrab Mnatsakanyan di Ibu Kota Yerevan, Senin (11/11/2019).

Dia mengatakan ladang minyak dan fasilitas Suriah sepenuhnya milik negara Arab. “Tentu saja, upayanya untuk mengendalikan ladang minyak di sana adalah ilegal. Faktanya, ini sama saja dengan perampokan," kata kantor berita Rusia TASS mengutip Lavrov, merujuk pada apa yang telah dilakukan Washington di Suriah utara.

Lavrov melanjutkan bahwa Moskow menekankan perlunya pemerintah Suriah untuk memperluas kontrolnya di seluruh negeri, termasuk ladang minyak sesegera mungkin dan untuk sepenuhnya menghilangkan terorisme dan untuk mencapai solusi bagi krisis di Suriah.

Pada 26 Oktober, Kementerian Pertahanan Rusia mengecam Washington atas keputusannya untuk mengirim kendaraan lapis baja dan pasukan tempur ke Suriah timur untuk "melindungi" ladang minyak di sana.

"Apa yang dilakukan Washington sekarang, perebutan dan penguasaan ladang minyak di Suriah timur di bawah kendali bersenjatanya adalah bandit internasional," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Mayjen Igor Konashenkov pada saat itu.

Sebelumnya, AS mengklaim bahwa langkah provokatif itu bertujuan melindungi ladang dan fasilitas dari kemungkinan serangan oleh kelompok teroris Daesh Takfiri. Namun Rusia menolak klaim tersebut, mengatakan langkah AS dimotivasi oleh keinginan untuk melindungi penyelundup minyak dan bukan oleh masalah keamanan nyata.

"Penyebab sebenarnya dari tindakan ilegal oleh Amerika Serikat di Suriah ini terletak jauh dari cita-cita yang telah diproklamirkan Washington dan dari slogan-slogan memerangi terorisme," Konashenkov lebih lanjut mengatakan, menekankan bahwa ladang minyak dan fasilitas "secara eksklusif" milik "the Republik Arab Syria."

Perkembangan itu terjadi ketika bagian timur laut Suriah telah bergejolak selama beberapa pekan terakhir setelah tentara Turki melancarkan serangan lintas perbatasan pada 9 Oktober untuk membersihkan "zona aman" sepanjang 30 kilometer di sepanjang perbatasan Suriah-Turki di Kurdi militan. (Jft/Hanter0

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...