24 March 2017

PT Jasa Marga Umumkan Jembatan Cisomang Aman untuk Kendaraan Kecil

KONFRONTASI -   PT Jasa Marga Tbk menyatakan Jembatan Cisomang masih aman untuk dilewati kendaraan kecil atau golongan 1 nonbus. Hal itu berdasarkan pengamatan yang dilakukan pada 23 Desember 2016.

Vice President Maintenance PT Jasa Marga Reza Febriano mengatakan, perseroan terus berupaya memperbaiki dan memperkuat jembatan Cisomang. Ada tujuh penanganan darurat yang dilakukan.

Di antaranya, pekerjaan grouting yang sudah dilakukan di pilar (P) P0, P1, P2, dan P5. "Kami juga sudah memasang Fiber Reinforced Polymer (FRP) di pilar-pilar yang retak yaitu P1 dan P2," ujar Reza, dalam konferensi pers, di Gedung Jasa Marga, Jakarta, Kamis, (12/1).

Ada pula pengerjaan unloading (cutting lereng) di sekitar abutment (A1) sampai P1. Kemudian persiapan pekerjaan ground anchor di P0, serta persiapan platform kerja untuk pekerjaan belt boredpile.

"Hampir semua sudah dilaksanakan dalam tahap pekerjaan. Sedangkan pada tahap persiapan memang perlu waktu. Kami berharap paling lambat akhir Maret 2017 semua pekerjaan sudah bisa selesai," tutur Reza.

Menurutnya, semakin cepat diselesaikan semakin cepat pula jembatan bisa aman dilewati semua kendaraan. Meski begitu, semua keputusan nantinya ada pada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Bagaimana pun, jasa marga di bawah koordinasi dan supervisi Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR serta Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ). Jadi nanti setelah semua pengerjaan selesai, kami lakukan monitoring cek kekuatan struktur, dianalisis, barulah direkomendasikan ke Pak Menteri," jelasnya.

Jembatan Cisomang merupakan salah satu jalan di Tol Cipularang yang menghubungkan Bandung dengan Jakarta. Maka dari itu sangat penting bagi masyarakat.

"Kami ingin informasi yang sampai ke masyarakat tidak simpang siur. Pergerakannya pun terus kita monitoring 24 jam menggunakan alat ukur otomatis Robotic Total Station," ungkap Reza.

Berdasarkan hasil pengukuran, pergerakan jembatan masih dalam batas toleransi yakni 55 cm ± 2. Meski terkadang pergerakan meningkat, namun hanya sekitar 3 milimiter (mm).(JuftRol)

Category: 

loading...

Berita Terkait

Baca juga


Loading...