6 December 2019

Polres Kota Bekasi Pajang 155 Motor Hasil Curian di Markas

Konfrontasi - Sebanyak 155 unit sepeda motor dan satu unit mobil diduga hasil curian, diamankan jajaran Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota.

“Umumnya kendaraan itu tidak dilengkapi STNK saat terkena operasi,” ujar AKBP Aslan Sulastomo, Kepala Bagian Operasional (Kabagops) Polrestro Bekasi Kota, Jumat (25/8) petang.

Ratusan kendaraan itu diamankan dalam operasi cipta kondisi (cipkon) selama delapan bulan dan diparkir di delapan Kantor Kepolisian Sektor di Kota Bekasi. Kendaraan itu  hasil operasi cipkon dari bulan Januari 2017 sampai Agustus 2017.

Saat petugas melakukan operasi cipkon, kata dia, pengendara motor tidak mampu menunjukkan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), sehingga petugas melakukan penilangan.

“Setelah ditilang, yang bersangkutan tidak kunjung mengikuti persidangan di Pengadilan Negeri atau mengurus penilangan itu di Kejaksaan Negeri Bekasi,” kata Aslan pada Jumat (25/8/2017).

Karena itulah, Aslan belum bisa memastikan apakah motor yang diamankan itu hasil pencurian sepeda motor. Menurut dia, hal itu akan terungkap saat masyarakat mendatangi kantor kepolisian sektor di Kota Bekasi.

“Warga yang merasa kehilangan sepeda motor bisa segera mengecek ke kantor Polsek sambil menunjukkan STNK atau BPKB (Buku Pemilik Kendaraan Bermotor). Nanti kan ketahuan jumlah sepeda motor hasil curian itu,” ujar Aslan.

Aslan merinci, jumlah sepeda motor yang diamankan di kantor Polsek di Kota Bekasi. Pertama, Polsek Bekasi Kota terdapat 31 unit sepeda motor berbagai merk, kedua Polsek Bekasi Utara ada 16 unit sepeda motor, ketiga Polsek Bekasi Timur ada empat sepeda motor.

Yang keempat, Polsek Bekasi Selatan ada 20 unit sepeda motor dan satu unit Mobil Suzuki APV, kelima Polsek Bantar Gebang ada 17 unit sepeda motor, keenam Polsek Medansatria ada enam unit sepeda motor, ketujuh Polsek Jatiasih ada 46 sepeda motor dan terakhir Polsek Pondokgede ada 13 unit sepeda motor.

“Seluruh kendaraan itu diamankan karena pengendara motor tidak mampu menunjukkan STNK saat petugas menggelar operasi Cipkon. Itu sudah prosedurnya, kendaraan yang tidak dilengkapi STNK akan dibawa,” jelas Aslan.

Aslan mengimbau kepada masyarakat untuk mematuhi aturan berlalu lintas dengan melengkapi STNK dan Surat Izin Mengemudi (STNK) serta kelengkapan berkendara lainnya.

Bila melanggar, kata Aslan, bakal dilakukan penilangan. “Tidak ada toleransi bagi pelanggar. Petugas Lalu Lintas yang ada di lapangan tetap menindaknya,” tegas Aslan. (pskota/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...