24 January 2018

Polisi Tembak Mati Maling Motor Sindikat Daerah

Konfrontasi - Polisi tembak mati maling motor sindikat daerah [Lampung] usai memetik motor milik karyawan swasta di Kawasan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (10/1/2018).

Timah panah terpaksa dimuntahkan polisi menembus punggung SW (31) karena saat hendak dibekuk melawan dengan menembak anggota Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Namun, tembakan SW meleset hingga dibalas tembakan petugas.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary menjelaskan, SW merupakan target operasi karena sudah sering melakukan pencurian kendaraan bermotor dengan modus merusak kunci motor mengunakan kunci leter T.

“Mereka cuma butuh tiga detik saat memetik motor. Tapi, kalau kepergok mereka tidak segan-segan melukai korbannya dengan senjata api,” kata Ade dikantornya, Jumat (12/1/2018).

Penangkapan SW saat tim unit V Subdit 3 Ditreskrimum Polda Metro Jaya melakukan pengembangan kasus penembakan di Pondok Ranggon, Bekasi, dan pencurian dikawasan Cikarang Selatan, Bekasi, Jawa Barat, yang diduga dilakukan oleh kelompok yang sama.

Kemudian saat menyisir di kawasan Cibarusa anggota melihat dua pengendara melintas dengan dua sepeda motor dimana SW mengendarai Yamaha Vixion sedangkan rekannya yang belum diketahui identitasnya mengendarai Honda Beat. “Ternyata motor Vixion yang dikendarai SW hasil curian mereka pada pagi hari,” Ade.

Namun, saat tim Resmob yang hendak memepet korban mendapat perlawanan dari SW yang langsung mengarahkan senpi rakitan dan menembakkan ke arah petugas namun meleset. Tembakan SW dibalas tembakan petugas mengenai punggung pelaku hingga tersungkur dari motor. Sedangkan rekannya melarikan diri. “Pelaku tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit,” kata Ade.

Ditambahkan Ade, saat beraksi kelompok SW mencari sasaran dengan menyisir lokasi target secara rundom. Kebanyakan kendaraan yang diincar adalah motor tanpa pengawasan pemiliknya dan tidak diberi kunci tambahan.

Muhammad Rifan (20), pemilik kendaraan Vixion yang menjadi korban pelaku, mengaku saat itu motornya usai dikeluarkan dari rumah untuk bersiap-siap menuju tempat kerjanya.

“Saya tinggal masuk mandi. Pasa keluar sudah hilang motor saya. Kurang lebih saya tinggal motor diluar,” kata dia saat ikut ekpose kasus di Polda Metro Jaya.

Dalam kesempatan itu, Ade Ary menyerahkan langsung motor yang sempat dibawa kabur pelaku kepada Rifan. “Terimakasih pak, mudah-mudahan tidak ada lagi korban seperti saya,” kata dia. (pskota/mg)

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...