11 December 2019

Polisi Bongkar Motif Pelaku Penyiraman Air Keras di Jakbar: Bisikan Gaib

Konfrontasi - Polisi menangkap Vindra Yuniko (29), pelaku penyiraman air keras di kawasan Jakarta Barat. Pelaku mengaku melakukan teror itu karena mendapat bisikan gaib.

"Motif berawal dari bisikan gaib supaya tersangka sembuh dari penyakitnya," kata Kanit I Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Hendro Sukmono dalam keterangannya, Sabtu (15/11/2019).

Sementara itu, Panit 2 Subdit Jatanras AKP Adhi mengungkapkan motif pelaku melakukan penyiraman air keras dilatarbelakangi masa lalunya. Pelaku merasa tidak diperhatikan oleh keluarganya. 

"Jadi begini, dia ini sebenarnya dulu pernah jatuh, pernah sakitlah, terus nggak diperhatikan oleh keluarga. Intinya gitu aja," kata Adhi.

Adhi mengatakan tersangka ingin orang lain merasakan hal yang sama seperti yang dia pernah rasakan. Dia menyebut tersangka juga mendengarkan perkataan orang lain yang menyebut, jika ingin sembuh dari sakitnya, tersangka harus menyiram orang lain dengan air keras.

"Jadi, kalau mau sembuh, katanya harus begitu. Ada yang bilang gitu," jelas Adhi.

Adhi menyebut tersangka secara acak memilih korbannya. Tersangka mencari korban di jalan-jalan searah dari rumahnya ke kantornya.

"Jadi memang dilakukan secara acak dan ada dorongan dari kejiwaannya," kata Adhi.

Senada dengan Adhi, dalam kesempatan yang sama, psikolog Kasandra Putranto menyebut tersangka memiliki pengalaman yang menurut tersangka buruk. Tersangka pernah jatuh dari lantai 3 sebuah gedung tapi tidak diperdulikan oleh keluarganya.

"Yang bersangkutan memiliki perasaan frustrasi atas kejadian sebelumnya. Dia pernah kecelakaan jatuh di lantai 3 dan tidak mampu bayar rumah sakit dan dia melampiaskan ke orang lain," jelas Kasandra.

Seperti diketahui, teror air keras menghantui warga Jakarta Barat akhir-akhir ini. Selama sepekan terakhir ini, sudah tiga kali kejadian penyiraman air keras di wilayah Jakarta Barat yang dilakukan oleh tersangka. (dtk/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...