26 May 2017

Polda Sulselbar Amankan Sebelas Polisi Pesta Miras

Konfrontasi - Juru bicara Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat, Komisaris Besar Frans Barung Mangera, mengatakan sebelas polisi terjaring razia di tempat hiburan malam di Makassar, Sabtu dinihari (9/4/2016). Mereka terjaring dalam operasi bersih oleh tim gabungan Polda Sulawesi Selatan dan Barat, Kepolisian Resor Kota Besar Makassar, dan Detasemen Polisi Militer Komando Daerah Militer VII/Wirabuana.

Barung menuturkan belasan polisi itu terjaring razia di tiga tempat hiburan malam. Menurut dia, tidak selayaknya polisi berada di tempat hiburan malam walaupun sedang lepas tugas. Karena itu, mereka langsung digelandang ke markas Polda Sulawesi Selatan dan Barat untuk diperiksa. "Mereka di tempat hiburan malam sedang minum minuman keras," ucap Barung, Sabtu siang.

Barung menyebutkan tujuh polisi terjaring di Grand Palace dalam ruangan berbeda. Di ruang 358 didapati lima anggota Polres Jeneponto, yakni Brigadir Juspar, Ajun Inspektur Satu Iskandar, Brigadir Ramli, Brigadir Kasrul, dan Brigadir Kepala Fajar. Adapun di ruang 351 didapati dua anggota Polres Maros, yakni Inspektur Satu Aswan dan Ajun Inspektur Satu Hasbi.

Tim gabungan selanjutnya menemukan polisi di The Level. Di lokasi itu, seorang personel Polres Jayapura, Brigadir Fadliansyah, terjaring. Lalu di Zona Cafe, tim razia mendapati tiga anggota Kepolisian Resor Kota Besar Makassar, yakni Brigadir Mashud, Brigadir Muqtamar Hamzah, dan Brigadir Rian Deksa.

Dari sebelas polisi tersebut, satu di antaranya dinyatakan positif menggunakan narkotik, yakni Brigadir Kasrul. Senjata api yang dibawa belasan polisi itu, ujar nya, langsung disita. Total, tim gabungan menyita sembilan pucuk senjata api dan 40 butir peluru. "Kami juga menyita sepuluh telepon seluler mereka guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan komplotan pengedar narkotik," katanya.

Menurut Barung, kepolisian gencar melakukan operasi bersih setelah ditangkapnya Brigadir Supardi, anggota Polres Sidrap, yang ketahuan memiliki sabu-sabu seberat 3,4 kilogram. Barang haram itu ditemukan di rumahnya di Kabupaten Pinrang, Kamis lalu. Supardi ditangkap di Sekolah Polisi Negara Batua, Makassar, saat sedang mengikuti pendidikan. 

Ketua Gerakan Nasional Antinarkotik Makassar Arman menuturkan peredaran dan penyalahgunaan narkotik tidak mengenal latar belakang profesi dan umur. "Siapa saja bisa terjerat. Terlebih, dalam bisnis narkotik itu, iming-imingnya menggiurkan," ucapnya. (tmp/mg)

Category: 

loading...

Related Terms



News Feed

Loading...