28 March 2020

Petani di Lamongan Ditemukan Meninggal Dunia Akibat Kesetrum Jebakan Tikus Sendiri

Konfrontasi - Lagi-lagi jebakan tikus memakan korban. Kali ini, seorang petani Lamongan tewas tersetrum jebakan tikus bertenaga listrik yang akan dipasang di sawahnya.

Petani yang menjadi korban adalah Karuwi (57), warga Desa Jelakcatur, Kecamatan Kalitengah. Karuwi menjadi korban jebakan tikus beraliran listrik dari genset yang dipasang di sawahnya di Desa/Kecamatan Maduran.

"Saat hujan deras, korban bersama istrinya ke sawah untuk melihat tanaman padi, saat korban memasang setrum perangkap tikus dengan menggunakan mesin genset, istri korban pulang ke rumahnya," kata Kasubag Humas Polres Lamongan AKP Djoko Bisono pada wartawan, Minggu (23/2/2020).

Dikatakan Djoko, beberapa jam kemudian karena korban belum juga pulang, istri korban kemudian berusaha mencari korban di sawah dan korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia. Melihat hal ini, kata Djoko, istri korban kemudian melaporkan kejadian kepada petugas kepolisian dan juga perangkat Desa Maduran.

"Korban adalah warga Kecamatan Kalitengah yang menyewa lahan pertanian di daerah Kecamatan Maduran," terang Djoko.

Dari hasil pemeriksaan, korban tewas karena tersetrum jebakan tikus dengan menggunakan genset. Di tubuh korban juga tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan.

"Sebelumnya, Pemdes Maduran juga sudah memberikan peringatan dan melarang kelompok tani Maduran untuk membuat jebakan tikus dengan menggunakan setrum, baik dengan listrik maupun mesin genset karena membahayakan," ujarnya.

Peristiwa tewasnya petani akibat setrum jebakan tikus sebelumnya juga kerap terjadi di Lamongan. Polisi juga sudah mengimbau warga Lamongan, khususnya petani bisa memperhatikan beberapa hal sebelum memasang jebakan tikus dengan kawat listrik.

"Tidak sembarangan memasang kawat/kabel listrik sebagai jebakan tikus. Setiap warga, khususnya petani wajib memasang tulisan/plang di setiap lahan yang dipasangi jebakan tikus kawat listrik," imbau Kapolres Lamongan AKBP Harun beberapa waktu lalu.

Jika jebakan kawat listrik menimbulkan korban jiwa atas kelalaian pemilik, maka polisi akan menjerat pemilik dengan pasal 359 KUHP dengan ancaman penjara 5 tahun atau kurungan paling lama 1 tahun.

"Pengambilan arus listrik dengan cara ilegal juga bertentangan pasal 51 ayat 3 UU Nomor 30 tahun 2009," pungkasnya. (dtk/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...