28 March 2020

Pengakuan Ojek Pangkalan yang Peras Penumpangnya

KONFRONTASI -   Ketiga penumpang korban pemerasan ojek pangkalan (opang) yang viral karena dipatok Rp 750.000 rupanya naik ojek tersebut lantaran risih dipaksa oleh para pelaku.

Hal tersebut disampaikan rekan korban, Alifi al Marwah saat dihubungi TribunJakarta.com.

Alifi adalah pemilik akun instagram @kingrazerr yang menjelaskan kronologi terkait apa yang dialami ketiga rekannya di media sosial.

Dijelaskan Alifi, ketiga korban saat kejadian pada 27 Oktober 2019 pagi, mereka baru saja tiba di Terminal Kalideres dari Kediri, Jawa Timur.

Mereka berangkat ke Jakarta karena ada urusan pekerjaan.

"Sebenarnya ada tujuh orang yang ke Jakarta, tapi beda bus. Ada yang empat orang dan tiga orang," kata Alifi kepada TribunJakarta.com, Sabtu (22/2/2020).

Saat itu, kata Alifi, tiga rekannya yang kemudian jadi korban pemerasan opang tiba lebih dulu di Terminal Kalideres sekira Pukul 05.00 WIB.

Awalnya, mereka berencana menunggu empat rekannya yang lain tiba untuk sama-sama menuju base camp kantornya di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat.

"Namun salah satu teman saya, tasnya ditarik tukang ojek. Lalu bertiga di tawarin ojek dengan cukup paksaan," kata Alifi.

 

Gambar mungkin berisi: 2 orang

Lantaran merasa risih terus ditawari pelaku, lanjut Alifi, korban akhirnya bertanya berapa tarif jika mengantar ke Tanjung Duren.

Pelaku kemudian menjawab 25, yang diasumsikan oleh korban Rp 25.000 sehingga mereka mau naik dan diantar tiga opang.

"Tapi ketika hendak bayar, bapak-bapak tukang ojek tersebut merubah tarif jadi RP 250.000 per orang (Rp 750.000 jika dikali tiga ojek)," kata Alifi.

Patungan Bayar Alifi mengatakan kejadian tersebut direkam oleh atasan ketiga korban lantaran keberatan dengan cara licik pelaku.

"Karena keberatan dan tarif tidak wajar, supervisor kami yang berada di lokasi merekam dan bermaksud menengahi," ucapnya.

Namun, ketiga opang tersebut tetap bersikeras meminta uang yang menurut korban dan rekannya tidak masuk akal hingga terjadi perdebatan.

Terlebih, jarak antara Terminal Kalideres dengan Tanjung Duren di bawah 10 kilometer.

"Sempat tas dan teman kami hendak dikembalikan paksa ke terminal awal," kata Alifi menceritakan peristiwa pemerasan yang dialami tiga rekannya.

Setelah sempat berdebat lantaran merasa diperas, ketiga korban akhirnya merelakan uang Rp 450.000 untuk membayar tiga ojek tersebut."Akhirnya tim saya dengan terpaksa kumpulkan uang dari teman-teman dan membayar Rp 150 ribu orang. Jadi untuk 3 orang total Rp 450 ribu," paparnya.

Alifi mengatakan, dua dari tiga rekannya yang jadi korban pemerasan telah bertemu dengan ketiga pelaku yang telah ditangkap.

Pertemuan itu dilakukan di Mapolsek Tanjung Duren, Jakarta Barat, Jumat (21/2/2020) malam.

Kendati demikian, para korban tetap meminta agar kasus ini diproses hukum.

Adapun para pelaku yakni Sugarno (54) Arief Lewa (48), dan Muhtar (46) yang sudah tersangka akan dikenakan Pasal 368 KUHP tentang Pemerasan.

"Untuk memberikan efek jera semoga tidak ada lagi kejadian seperti ini," kata Alifi.

Peristiwanya terjadi bulan Oktober 2019

Polisi menyebut kejadian pemerasan yang dilakukan tiga tukang ojek pangkalan (opang) di Tanjung Duren, Jakarta Barat terjadi pada Oktober 2019.

"Kejadiannya itu tanggal 27 Oktober 2019," kata Kanit Reskrim Polsek Tanjung Duren, AKP Melta Mubarak saat dikonfirmasi, Jumat (21/2/2020).

Namun, aksi yang dilakukan tiga opang tersebut baru viral dua hari belakangan setelah videonya diunggah di media sosial.Berbekal video itu, polisi pun berhasil menangkap ketiga opang tersebut yaitu Sugarno (54), Arief Lewa (48), dan Muhtar (46).

Mubarak mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan, ketiga pelaku mengaku baru satu kali melakukan hal tersebut.

"Pengakuan baru satu kali, tapi kami masih kami dalami," kata Mubarak.

Mubarak menjelaskan, terhadap para pelaku akan dikenai Pasal 368 KUHP tentang Pemerasan dengan ancaman hukuman maksimalnya sembilan tahun penjara.

Diketahui, aksi pemerasan yang dilakukan opang terhadap penumpangnya viral di media sosial, salah satunya diposting di akun instagram @undercover.id.

Dalam postingan berdurasi 5.41 detik yang direkam korban, terlibat perdebatan antara dia dan tiga pengemudi opang.

Korban tak terima lantaran merasa diperas dan ditipu oleh ketiga opang tersebut.

Pasalnya, opang meminta Rp 750 ribu untuk tiga motor yang ditumpangi.

Adapun saat itu, korban yang baru datang di Terminal Kalideres dari Kediri, Jawa Timur hendak menuju Tanjung Duren, Jakarta Barat.

Lantaran tak bisa memesan taksi atau pun ojek online, maka ketiganya pun memesan opang.

Saat itu korban sepakat menggunakan jasa opang tersebut lantaran saat nego tarif, para opang menyebut angka 25 yang diasumsikan oleh korban Rp 25.000 mengingat jaraknya yang tak terlalu jauh.

Namun ternyata saat tiba di tujuan, para opang itu meminta Rp 750.000 dengan pengertian bahwa 25 yang mereka maksud itu adalah Rp 250.000 untuk satu motor yang mengangkut para korban.

"Dari Kalideres ke sini per orang Rp150 ribu, jadi tiga orang Rp450 ribu. Awalnya minta Rp250 ribu (Dikali 3 jadi Rp750.000) per orang," kata korban dikutip TribunJakarta.com dalam video yang viral tersebut.(Jft/Tribun)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...