24 February 2020

Pemerintah China Menduga Virus Corona, Muncul Gegara Warga Wuhan Hobi Makan Tikus, Ular, Kodok, Kalong Cs?

Warga Wuhan suka makan ular dari berbagai jenis ular yang terdapat di negeri itu

 

KONFRONTASI -   Penyebaran virus corona semakin menjadi-jadi, dilaporkan sudah 830 orang terinfeksi dan 25 orang meninggal dunia akibat virus mematikan ini.

Untuk menghentikan penyebaran virus, sejak kemarin. Semua akses menuju dan keluar dari kota tersebut ditutup, untuk mengisolir sekaligus mencari tahu penyebab munculnya virus.

Virus Corona, Gegara Warga Wuhan Hobi Makan Tikus, Ular Cs?

Salah satu lokasi yang jadi sorotan untuk cari penyebab munculnya virus adalah pasar makanan laut Huanan di pusat kota Wuhan, yang diketahui tak cuma menjual makanan laut tapi ternyata juga makanan berupa hewan-hewan liar.


Pemerintah China menduga virus corona berasal dari hewan-hewan liar yang dijual di tempat jajanan tersebut. Apalagi sejumlah penderita awal yang terjangkit virus Novel 201 Coronavirus (2019-nCoV) itu adalah karyawan pasar makanan tersebut.

Hasil gambar untuk Pasar Tikus, Kelelawar, Ular

Warga Wuhan suka makan daging anjing. Ini pasar anjing di sudut kota Wuhan


"Pihak berwenang percaya virus itu kemungkinan berasal dari binatang buas di pasar makanan laut meskipun sumber pastinya masih belum ditentukan." kata Dr Gao Fu, direktur pusat pengendalian dan pencegahan penyakit China.

Vendor pasar makanan dan media China melaporkan, Pasar Makanan Laut Huanan menjual berbagai jenis makanan unik. Mulai dari anak serigala, rubah hidup, buaya, salamander raksasa, ular, tikus, burung merak, landak, daging unta hingga musang.

Hasil gambar untuk Pasar Tikus

Salah satu sudut di pasar Wuhan, juga menjual daging tikus.

Sementara itu, di twitter juga viral beredar video dan foto-foto yang diduga kondisi pasar makanan laut di Wuhan. Terdapat video di mana orang bisa memakan katak mentah-mentah, dan bahkan beberapa gambar yang menunjukkan betapa joroknya sanitasi di pasar makanan yang becek dan bertebaran hewan liar tersebut.


Berbagai binatang yang dijual di pasar itu merupakan spesies yang terkait dengan pandemi sebelumnya, yakni SARS, sebagaimana dilaporkan The Straits Times.

Sindrom pernafasan akut yang parah (SARS) melanda China dan menyebar ke banyak negara di dunia pada tahun 2002-2003. Wabah yang dicurigai berasal dari kelelawar dan musang liar itu menewaskan 800 orang di seluruh dunia pada saat itu.(jft/CNBC)

 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...