22 January 2017

Pasuruan Dilanda Banjir, Air Sampai Selutut Orang Dewasa

KONFRONTASI -   Banjir setinggfi lutut orang dewasa melanda Kabupaten Pasuruan dan Kota Pasuruan, Kamis (12/1/2016).

Banjir yang menggenangi sejumlah kawasan di Kabupaten dan Kota Pasuruan ini membuat sejumlah aktivitas warga terganggu.

Banyak, warung - warung yang terpaksa tutup karena warungnya tergenang air. Ada juga sekolah dan perusahan yang terpaksa diliburkan karena halamannya tergenang air.

Seperti yang terlihat di Desa Ngopak, Kecamatan Grati, Pasuruan. Sejumlah warteg terlihat tutup akibat tergenang air.

Para pemilik warteg terpaksa gigit jari dan membawa kembali barang dagangannya pulang ke rumah.

"Gak jualan, libur hari ini. Warung masih terendam banjir," kata Muslihahkepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Dia mengatakan, tidak bisa ekstrem dan nekat tetap membuka warungnya. Ia khawatir, justru nekat membuka warung akan berakibat fatal bagi keselamatannya.

"Padahal saya sudah belanja barang dagangan untuk modal membuka warung," terangnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Sebenarnya, banjir ini bukan pertama kali menggenangi warungnya. Setiap hujan, warungnya selalu terendam air.

Namun, banjir kali ini sedikit lebih lama karena sampai siang hari air belum surut. Padahal, banjir itu terjadi pada malam hari."Biasanya pagi sudah surut, tapi hari ini belum bisa surut sama sekali,” katanya.

Ketinggian air di kawasan ini berkisar diantara 30 – 50 sentimeter. Air sulit surut diduga karena saluran airnya terhambat.

Tidak hanya itu, banyaknya peralihan fungsi lahan membuat kawasan resapan air berkurang.

“Banyak lahan yang digunakan untuk tamnbang, kawasan industri. Jadi, air sangat sulit mengalir dan menjadi langganan banjir,” paparnya.

Hal yang sama juga disampaikan Muklis. Ia terpaksa menutup tempat usaha tambal bannya akibat rumahnya tergenang banjir. Ia mengaku merasa dirugikan dengan kondisi ini.

Padahal, ia sadar bahwa penghasilannya setiap hari itu dari tambal ban.

“Saya dari tadi hanya bisa berdoa, agar banjir cepat surut dan tidak hujan biar air tidak kembali lagi,” paparnya.

Ia merupakan warga Kedawung dan terkena imbas meluapnya sungai Kedawung. Ia berharap kondisi ini tidak berlangsung lama. Ia khawatir, penghasilannya akan berkurang akibat banjir ini.

“Semoga segera ada solusinya, agar kami ini tidak mengalami kerugian yang cukup banyak,” tandasnya.

Sekadar diketahui, hingga saat ini, genangan air masih terlihat d Desa Kedawung Kulon, Kecamatan Grati dengan ketinggian sekitar 40 sentimeter.

Desa Sadengrejo dan Desa Toyaning, Kecamatan Rejoso, dengan ketinggian sekitar 40 sentimeter. Saat berita ini diturunkan, hujan terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten dan Kota Pasuruan.(Juft/Surya)

Category: 

loading...
loading...

BACA JUGA:      

Loading...