11 December 2018

NKRI DIkuasai Asing dan Taipan China, Prabowo Subianto siap Duel lawan Jokowii demi Daulat Rakyat dan Selamatkan NKRI di Pilpres 2019

KONFRONTASI - Meski kalah di pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2014 lalu oleh pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla, Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya Prabowo Subianto belum menyerah untuk menyelamatkan NKRI dari jarahan asing dan cengkeraman taipan, demi nasib rakyat dan memperbaiki Republik Indonesia. 

Kabarnya, Prabowo akan kembali maju dalam Pilpres 2019. Namun untuk saat ini, Prabowo bersama gerbong Koalisi Merah Putih menyatakan mendukung penuh pemerintahan Presiden Jokowi-Jusuf Kalla.

Hal itu dikatakan oleh Ketua Umum Partai Golongan Karya versi Munas Bali Aburizal Bakrie (Ical) saat berbincang dengan detikcom di kediamannya, jalan Mangunsarkoro, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu malam (21/3/2015).

Menurut Ical, Prabowo pernah menyampaikan dukungan tersebut langsung kepada Jokowi. "Pak Prabowo terang-terangan bilang ke Pak Jokowi, saya dukung sampai 2019," kata Ical menirukan Prabowo.

Selain mendukung, Prabowo juga meminta izin kepada Jokowi untuk mempersiapkan diri maju di Pilpres 2019. "Kalau 2019 izinkan saja (Prabowo), kalau saya masih kuat untuk berkompetisi dengan Pak Jokowi," kata Ical kembali menirukan Prabowo.

Tak hanya Prabowo, menurut Ical Koalisi Merah Putih juga mendukung pemerintahan Jokowi-JK. "KMP menginginkan negara yang baik. Karena kami punya kesepakatan, pertama, mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara kita," kata Ical.

Ekonomi Dikuasai Para Taipan Tionghoa. Nawacita Membusuk 

Para taipan Tionghoa makin berjaya dan Nawacita Jokowi membusuk di sini.Ekonomi Indonesia saat ini menggumpal di tangan taipan dan besarnya jumlah penduduk dan tingginya daya beli membuat para pebisnis semakin bergelimang untung.

Data terakhir Bank Dunia akhir tahun lalu menyebutkan, 56,5 persen dari 237 juta populasi Indonesia masuk kategori kelas menengah. Tidak hanya kelas menengah, potensi pertumbuhan orang kaya di Indonesia juga diyakini bakal bergerak cukup cepat.

Pertumbuhan jumlah orang kaya di Indonesia hingga tahun 2016, diperkirakan bakal mencapai 123 persen seiring terus terakselerasinya perekonomian nasional.

Ketua Financial Planning Standards Board Tri Djoko Santoso menyebutkan, tahun lalu jumlah orang kaya di Indonesia mencapai 37.400 orang. Indikator kaya yang digunakannya adalah mempunyai harta di atas USD 1 juta, di luar rumah yang dimilikinya. Jika ditotal, jumlah harta orang kaya di Indonesia mencapai USD 241 miliar.

Masih pada 2013 lalu, nama orang kaya Indonesia yang masuk dalam daftar orang terkaya di dunia bertambah menjadi 25 orang. Padahal tahun lalu hanya terdapat 17 nama orang Indonesia yang masuk dalam daftar orang terkaya di dunia bersama dengan Carlos Slim dan Bill Gates. Dengan begitu, praktis terdapat delapan orang kaya baru masuk dalam daftar tersebut.

Beberapa nama itu antara lain taipan properti Ciputra dengan kekayaan USD 1,5 miliar. Konglomerat pemilik usaha ban Sjamsul Nursalim juga masuk dalam peringkat 1175 dengan kekayaan USD 1,2 miliar.

Satu lagi konglomerat akibat kelapa sawit Lim Hariyanto Wijaya Sarwono juga masuk pada peringkat 1.268 dengan kekayaan USD 1,1 miliar, Benny Subianto yang berbisnis di bidang batu bara juga masuk dengan kekayaan USD 1,1 miliar.

Sementara pengusaha petrokimia Soegiarto Adikoesoemo juga melejit dengan kekayaan USD 1 miliar. Disusul oleh pengusaha peternak ayam Santosa Handojo masuk dengan kekayaan USD 1 miliar.

Harjo Susanto dengan bisnis produk konsumsinya masuk dengan kekayaan USD 1 miliar, dan Alexander Tedja dengan bisnis real estatenya masuk dengan kekayaan USD 1 miliar.

Daftar ini melengkapi banyaknya pengusaha Cina yang masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia. Sebagaimana diketahui sedikitnya tujuh pengusaha Cina mendominasi daftar 10 orang terkaya di Indonesia.

Berikut daftar 10 orang terkaya di Indonesia versi Forbes:

1) Budi & Michael Hartono, 16,5 miliar dollar AS

2) Susilo Wonowidjojo, 8 miliar dollar AS

3) Anthoni Salim, 5,9 miliar dollar AS

4) Eka Tjipta Widjaja, 5,8 miliar dollar AS

5) Sri Prakash Lohia, 4,4 miliar dollar AS

6) Chairul Tanjung, 4,3 miliar dollar AS

7) Boenjamin Setiawan, 3,5 miliar dollar AS

8) Mochtar Riady, 2,7 miliar dollar AS

9) Peter Sondakh, 2,3 miliar dollar AS

10) Sukanto Tanoto, 2,11 miliar dollar AS

--------

Sementara itu, Mantan Menteri Kehutanan di Kabinet Indonesia Bersatu Jilid I prihatin dengan fenomena 87 persen tanah Jakarta telah dikuasai oleh Cina.

“Tanah Jakarta sekarang sudah 87 persen dikuasai Cina,itu sudah dikuasai seluruhnya,” ujar MS. Ka'ban di Bekasi, Ahad, 1 Februari 2015.

Di 5 bisnis ini orang China menjadi raja
Orang kaya di Indonesia sudah banyak bertebaran saat ini. Bahkan, harta kekayaan para taipan Indonesia sudah masuk dalam jajaran manusia terkaya dunia.

Berdasarkan survei majalah Forbes tahun lalu, dari 1.342 orang paling kaya sejagat, terselip 25 nama orang Indonesia. Jumlah orang Indonesia yang didaulat masuk jajaran orang terkaya dunia bertambah.

Jika tahun 2012 hanya ada 17 orang, di 2013 sudah menjadi 25 orang. Artinya, ada delapan wajah baru yang berhasil masuk jajaran orang paling kaya di dunia.

Pengamat ekonomi Universitas Atma Jaya Agustinus Prasetyantoko melihat, wajar jika makin banyak orang Indonesia yang masuk daftar orang terkaya di dunia. Salah satu yang membuat orang Indonesia semakin kaya adalah laju pertumbuhan ekonomi nasional yang cukup kuat dan stabil di atas level 6 persen dalam beberapa tahun terakhir.

Dia memprediksi, selama pertumbuhan ekonomi nasional tetap stabil dan kuat, maka laju pertumbuhan orang kaya juga semakin besar. Dengan kondisi saat ini saja, kata dia, pertumbuhan orang kaya di Indonesia tercatat sebagai yang tertinggi di kawasan Asia Pasifik.

Beberapa orang terkaya di Indonesia tahun lalu, ternyata juga banyak ditempati oleh keturunan China. Sikap ulet dan pantang menyerah rakyat China dalam berbisnis membuatnya tak aneh jika sejumlah sektor di Indonesia telah dikuasai.

1. Perkebunan

Bloomberg Billionaires Index menyatakan ada perubahan dalam daftar orang terkaya di Indonesia.

Riset bikinan media terkemuka itu menyebut manusia paling tajir di Tanah Air adalah Eka Tjipta Widjaja, pemilik Grup Sinarmas, dengan kekayaan mencapai USD 8,4 miliar (setara Rp 96,5 triliun).

Pada daftar tersebut, Eka menempati urutan 139 dunia. Lini bisnis utama pengusaha ini menurut Bloomberg adalah Golden Agri, produsen kelapa sawit terbesar kedua sejagat. Selain itu ayah 8 anak dan kakek dari 40 cucu tersebut menambah pundi-pundi uang melalui Grup Sinarmas, yang memiliki lini usaha meliputi pabrik kertas, investasi, tambang batu bara, sampai pembangkit listrik.

Pria bernama asli Oei Ek Tjhong yang lahir di Kota Coan, China ini, diperkirakan memiliki USD 2 miliar dalam bentuk tunai, sementara sisa hartanya tersebar dalam aset properti, surat berharga, dan valuasi saham.

2. Riil

Majalah Forbes Asia menasbihkan duo bersaudara pemilik perusahaan rokok Djarum Robert Budi dan Michael Hartono masih menjadi orang terkaya di Tanah Air, dengan total kekayaan mencapai USD 15 miliar (setara Rp 174,8 triliun).

Kedua taipan yang menguasai pula BCA sampai KasKus itu berarti sudah lima tahun berturut-turut menjadi pengusaha paling tajir di Indonesia.

Apabila seluruh harta orang superkaya itu digabungkan, jumlahnya sudah mendekati APBN Indonesia, yakni mencapai USD 95 miliar atau sekitar Rp 1.107 triliun.

3. Properti

Seorang taipan keturunan China di Indonesia tentunya cukup banyak. Namun, untuk bisnis properti, tentu Ciputra rajanya.

Pria pemilik nama lahir Tjie Tjin Hoan ini telah memiliki beberapa perusahaan properti yakni Jaya Group, Metropolitan Group, dan Ciputra Group. Ancol, perumahan Pondok Indah, dan Kota Mandiri Bumi adalah sejumlah properti yang telah dibangunnya.

Majalah Forbes mencatat harta kekayaan Ciputra mencapai USD 950 juta. Kekayaan yang dimilikinya membuat majalah Forbes menobatkan Ciputra sebagai orang terkaya Indonesia pada posisi 27 di 2011.

4. Farmasi

Pebisnis farmasi di Indonesia tentu tidak asing dengan nama Boenjamin Setiawan. Pada tahun 1966, seusai menamatkan pendidikannya di University of California, dia resmi mendirikan Grup Kalbe.

Aksi bisnisnya pun cukup efektif. Dalam upaya memperkuat posisinya di sektor farmasi, dia menggabungkan 3 perusahaannya yakni Kalbe Farma, Dankos Laboratories, dan PT Enseval Putra Megatrading yang merupakan perusahaan distribusi. Hal tersebut dia lakukan dengan tujuan efisiensi dan tentunya memperbesar pasar.

Majalah Forbes mencatat kekayaan Boenjamin sebesar USD 2 miliar pada 2011. Pundi-pundinya diperkirakan belum akan berhenti. Sebab, perusahaan farmasi miliknya merupakan salah satu yang terbesar di Asia Tenggara dan sahamnya mencapai lebih dari USD 1 miliar dengan penjualan lebih dari Rp 7 triliun.

5. Media

Penduduk Indonesia pasti mengenal sosok Hary Tanoesoedibjo. Pengusaha yang kini menjadi salah satu cawapres ini menjadi salah satu pria keturunan China yang sukses.

Lansiran Forbes tahun lalu, Hary Tanoe kembali ke peringkat 22 dengan harta kekayaan mencapai USD 1,35 miliar atau setara Rp 15 triliun.

Peringkat ini pernah diduduki Hary Tanoe di 2011. Pada 2011, majalah Forbes Indonesia melansir, harta Hary Tanoe mencapai USD 1,19 miliar. Setahun kemudian, peringkat Hary Tanoe melorot ke urutan 29. Data Forbes Maret 2012, harta Hary Tanoe mencapai USD 1,3 miliar.

Perlu diakui Harry Tanoe cukup sukses membangun kerajaan bisnis yang bergerak di bidang media. Setahun terakhir, Hary Tanoe kerap menyita perhatian dunia bisnis dengan pelbagai aksi ekspansi MNC. Salah satunya membeli aset-aset milik Aburizal Bakrie

Jangan salahkan kami yg bersedih hati dikala kebanyakan rakyat Indonesia saat ini gegap gempita merayakan atau bersyukur atas 72 tahun Indonesia merdeka.

Silahkan berteriak-teriak "MERDEKA ... MERDEKA ... MERDEKA ...". Bahkan ada yg menilai bhwa bersyukur thdp kemerdekaan, jika hadir pada perayaan-perayaan. Itu tidak salah. Tetapi tahukan Anda bhwa kami sedang bersedih hati .... lihat renungan di bawah ini ...

REFLEKSI 72 tahun INDONESIA
(sebuah renungan)

 

1) Berdasarkan catatan Badan Pemeriksa keuangan (BPK) dominasi asing di sektor Migas 70%, batu bara, bauksit, nikel dan timah 75%, tembaga dan emas sebesar 85% serta diperkebunan sawit sebesar 50%. Jumlah ini menunjukkan bahwa betapa lemahnya posisi pemerintah untuk melindungi aset Negara.

2) Menurut The Institute For Global Justice (IGJ), hingga kini 175 juta hektar atau setara 93 persen luas daratan di Indonesia dimiliki para pemodal swasta/asing.

3) Pada tahun 2011 data menunjukkan di bidang perminyakan, penghasil minyak utama didominasi oleh asing. Diantaranya, Chevron 44%, Total E&P 10%, Conoco Phillip 8%, Medco 6%, CNOOC 5%, Petrochina 3%, BP 2%, Vico Indonesia 2%, Kodeco Energy 1 % dan lainnya 3%. Sedangkan Pertamina & mitra yang dianggap mencerminkan penguasaan nasional hanya menguasai 16%

4) Total kepemilikan investor asing 60-70 persen dari semua saham perusahaan yang dicatatkan dan diperdagangkan di bursa efek. Dari semua BUMN yang telah diprivatisasi, kepemilikan asing sudah mencapai 60 persen. Begitu pula telekomunikasi dan industri sawit pun juga lebih banyak dikuasai asing.

5) Beberapa bank sahamnya didominasi asing yaitu Danamon (68,83%), Buana (61%), UOBI (100%), NISP (72%), OCBC (100%), CIMB Niaga (60, 38%) BII (55,85%), BTPN (71,6%). Meskipun masih minoritas tapi Bank Panin dan Bank Permata masing-masing sudah dikuasai asing dengan 35% dan 44,5%.

6) Pada tahun 2003 itu BUMN Indosat dijual ke Temasek BUMN Singapura dengan harga 5 triliun. Selama 5 tahun Temasek telah meraup keuntungan 5 triliun laba dari bisnis telekomunikasi tersebut. Artinya secara kasar modal sudah kembali. Tahun 2008 Temasek menjual Indosat ke Qatar Telecom senilai 16 triliun. Artinya dalam lima tahun saja BUMN Singapura itu untung 16 triliun. Meneg BUMN kala itu Sofyan Djalil tidak mampu memperjuangkan pembelian kembali Indosat oleh pemerintah dan juga tidak kuasa menahan penjualan Indosat ke Qatar Telecom.

7) Pada beberapa BUMN kategori blue chips, kepemilikan asing bahkan menyundul angka 40 persen. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, misalnya, 39,5 persen sahamnya ada dalam genggaman pihak asing. Demikian pula PT Semen Gresik Tbk sebanyak 39,21% dikuasai asing. Bank Rakyat Indonesia (BRI) – yang selama ini menjadi andalan para petani dan rakyat kecil – sahamnya telah dikuasi asing sebesar 35,39 persen.

8) Dari total 225 blok migas yang di kelola Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) non-Pertamina, 120 blok dioperasikan perusahaan asing, 28 blok dioperasikan perusahaan nasional serta sekira 77 blok dioperasikan perusahaan patungan asing dan nasional.

9) 74% tanah di Indonesia dikuasai oleh segelintir orang non pribumi yang jumlahnya hanya 0,2% dari total penduduk Indonesia.

10) Air minum AQUA (74 persen sahamnya dikuasai perusahaan Danone asal Prancis), teh Sariwangi (100 persen sahamnya milik Unilever, Inggris), susu SGM (milik Sari Husada yang 82 persen sahamnya dikuasai Numico, Belanda), mandi dengan sabun Lux, sikat gigi pakai Pepsodent (milik Unilever), hingga merokok Sampoerna (97 persen sahamnya milik Philips Morris, Amerika Serikat)

11) INdustri tekstil dan produk tekstil (TPT) yang merupakan primadona ekspor Indonesia ternyata telah banyak dikuasai asing. Hal ini terlihat dari peningkatan realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) di sektor TPT yang melonjak 252 persen 2004 sampai 2006. Pada 2004 investasi asing di TPT senilai US$ 165,5 juta, pada 2006 naik menjadi US$ 418,1 juta. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dalam periode yang sama malah memble, nyaris stagnan yakni Rp 70 miliar pada 2004 menjadi Rp 75,5 miliar pada 2006. Bahkan investor asing pada awal 2007 ini semakin gencar menambah investasi TPT di Indonesia.

12) Indonesia Aircraft Maintenance Services Association (IAMSA) mengeluhkan persaingan bisnis perawatan pesawat di Indonesia yang sebagian besar dikuasai oleh tenaga ahli dari asing.  Indonesia hanya mampu menyerap 30 persen saja.

13) Sekitar 85% saham BUMN yang berstatus Go Public di lantai bursa dikuasai pihak asing. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) besar sudah menjadi perusahaan terbuka, antara lain PT Telkom Tbk, PT Indosat Tbk, PT Semen Gresik Tbk, PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Kimia Farma Tbk, PT Adhi Karya Tbk, PT Perusahaan Gas Negara Tbk, PT Bukit Asam Tbk. Bahkan persaingan tidak sehat terjadi antara perusahaan bermodal negara, antara  PT Perusahaan Gas Negara Tbk (berkode saham PGAS) dengan PT Pertamina dalam tender distribusi minyak dan gas ke SPBU. Meski PGN tidak lagi diangap sebagai perusahaan plat merah karena 43,04% saham telah dimiliki publik yang di antaranya 82% dimiliki pihak asing.

======

SUNGGUH memprihatinkan, ternyata mulai dari sektor pangan, air minum, energi, kesehatan, pendidikan, hingga perbankan dan keuangan dikuasai oleh asing. Regulasi yang mestinya berazaskan Pancasila dan UUD 1945 menjelma menjadi kebijakan yang dikendalikan oleh asing.

Padahal, komitmen dengan negara-negara maju itu sesungguhnya justru merugikan Indonesia, bahkan hingga ke tingkat dasar, soal konstitusi. Kebijakan yang mestinya berazaskan Pancasila dan UUD 1945 telah berubah menjadi kebijakan yang dikendalikan oleh asing.

>>Warga asing dari 169 negara bebas visa masuk ke Indonesia.

>>Warga asing boleh miliki properti di Indonesia.

>>Pihak asing boleh kuasai 100% industi gula dan karet di Indonesia.

>>Asing boleh kuasai 100% saham restoran & perusahaan jalan.

>>Asing boleh kuasai 85% saham modal ventura

>>Asing bisa kuasai 100% saham di pembangkit listrik.

>>ASING BISA KUASAI 35 BIDANG USAHA DI INDONESIA

>>Asing Boleh Kuasai 7 Usaha Pariwisata

>>Asing Bisa Kuasai Mayoritas Pengelolaan Tol, Bandara dan Pelabuhan.*

Share sebanyak mungkin sbg "Gerakan  Rakyat" Cerdas dan Peduli Bangsa. (berbagai sumber/dtk)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...