22 November 2019

Ngeri, Ibu Pembunuh Anak Angkat Itu Ternyata Kerap Lakukan Hubungan Intim dengan Dua Putra Kandungnya

KONFRONTASI-Misteri kematian Nadia Putri (5), bocah asal Kampung Bojongloa, RT 4/8, Kelurahan Situmekar, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, akhirnya terkuak jajaran Satreskrim Polres Sukabumi, Selasa (24/9).

Nadia tewas akibat dibunuh ibu dan dua kaka angkatnya, dengan cara dicekik. Kini, polisi sudah berhasil meringkus ketiga pelaku pembunuhan tersebut.

Berdasarkan informasi, sebelum dibunuh korban diperkosa dua kakak angkatnya dan mayat korban dibuang ke Sungai Cimandiri tepatnya Kampung Platar, RT 2/6, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Minggu (22/9).

Ternyata, korban diketahui kerap dijadikan pelampiasan seks dua kakak angkatnya yakni RG (16) dan RD (14). Bejatnya lagi, aksi pemerkosaan itu diketahui Sri Wahyuni alias SR (39) ibu kandung dari dua pelaku yang juga ibu angkat korban.

Diduga motif SR menghabisi bocah perempuan ini lantaran cemburu karena kedua putranya melampiaskan nafsu seksual terhadap korban. Ternyata SR mengidap kelainan seks, inses yaitu menyukai hubungan intim sedarah dengan dua anak laki-lakinya RG (16 tahun) dan RD (14 tahun).

Kapolres Sukabumi, AKBP Nasriadi mengungkapkan, kejadian bermula ketika RD melihat korban usai mandi dan memaksanya melakukan hubungan intim, kemudian RG datang hingga akhirnya korban digilir. Karena RD sudah puas melampiaskan napsunya kepada korban, ia pun langsung keluar rumah untuk bermain.

Sementara, saat RG masih menyetubuhi korban datang SR dan melihat anaknya tengah berhubungan intim dengan anak angkatnya. Diduga cemburu, akhirnya SR pun mencekik leher korban hingga lemas tak berdaya.

“Setelah korban tidak berdaya, SR bersama anaknya melakukan hubungan intim di dekat mayat korban. Usai itu, SR dan RG memutuskan untuk membuang mayat korban di Sungai Cimandiri,” ungkap Nasriadi, Selasa (24/9).

Nasriadi menerangkan, ibu dan kedua anak kandung ini kerap melakukan hubungan badan karena suami SR, yakni MS Hidayat (65) sudah tidak dapat memenuhi hasrat seks istrinya sehingga dilampiaskan kepada anak-anaknya.

“Dari keterangan SR, RG sudah melakukan hubungan intim dengan ibunya sebanyak tiga kali dan RD sudah dua kali. Dan itu terjadi awalnya SR yang meminta kepada kedua anaknya,” terangnya.

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti seperti, satu unit HP milik RG, baju milik korban dan celana olah raga milik RD.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 81 Ayat 1, 3 dan Pasal 82 Ayat 1,2 dan Pasal 80 Ayat 1,2,4 UU RI NO 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Perpu RI Nomor 23 Tentang Perubahan kedua atas UU RI NO 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-undang Jo Pasal 76 C,D,E UU RI NO 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas UU RI NO 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Diberitakan sebelumnya. Kasus penemuan mayat bocah berinisial NP (5) ditemukan di Sungai Cimandiri, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi pada Minggu (22/9/2019), berhasil diungkap Polres Sukabumi. Saat ditemukan oleh warga, jasad bocah perempuan tersebut tampak tidak wajar.[mr/pojoksatu]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...