23 January 2018

Nenek Ini Rela Hanya Makan Pisang Saja Demi Biayai Sekolah Cucunya

KONFRONTASI-

Ramlia Lanoni, 70, bertekad menyekolahkan cucunya yang ditinggal orang tua. Menjadi tulang punggung, banyak hal yang harus ia korbankan.

Perempuan tua itu tengah mencuci pakaian di sumur depan rumahnya. Usia 70 tahun tak mengurangi sedikit pun gesit tubuhnya.

Ia berpenampilan sederhana. Berdaster tua dengan handuk kecil yang diikatkan ke kepalanya.

Di belakang si nenek, berdiri rumah yang tak kalah sederhananya. Berdinding papan dan beratap rumbia, rumah mungil itu berkamar dua.

Di sanalah, nenek Ramlia Lanoni dan cucunya Rifani, 12, tinggal. Berdua saja.

Sehari-hari, Ramlia harus menghidupi dirinya sendiri dan sang cucu. Sudah 12 tahun warga Desa Wewemo, Morotai Timur, Maluku Utara, itu harus mengasuh cucunya. Sejak orang tua Rifani, Jumlia Ube dan Asnal Sappi, berpisah.

"Setelah pisah, Rifani mereka titipkan ke orang lain di Desa Mira. Usianya baru 7 bulan saat itu," tutur Ramlia, Sabtu (17/6).

Ketika mendengar cucu perempuannya dititipkan ke orang, Nenek Ramlia tak sampai hati. Ia lalu menuju Mira untuk mengambil cucunya.

Sejak itu, Rifani hidup bersama sang nenek. "Saya tidak mau dia dipelihara orang lain," katanya.

Sejak memutuskan mengasuh Rifani, Ramlia harus banting tulang memenuhi kebutuhannya. Apalagi ketika Rifani masuk bangku sekolah.

Saat ini, siswa SD Wewemo itu sudah duduk di bangku kelas VI. "Tahun depan sudah ujian," ujar Ramlia.

Pendapatannya sebagai petani tak seberapa. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah Rifani pun kadang tak cukup. Ongkos sekolah diutamakan, makan seadanya.

"Makan pun kadang kami numpang di tetangga. Kalau tidak, saya dan cucu makan pisang bakar saja," akunya.

Meski kondisi ekonominya serba terbatas, Ramlia tak ingin cucunya putus sekolah. Karena itu, ia tak keberatan mati-matian banting tulang. Setidaknya, Rifani bisa sekolah hingga bangku SMA.

Menurut Ramlia, jika Rifani tak sekolah, maka ia akan mudah dibodohi seperti dirinya yang buta huruf.

"Saya selalu bilang pada cucu, sabar dan berdoa. Mudah-mudahan saya bisa kuat untuk mengantarkannya hingga bangku SMA," ucapnya.

Tags: 
Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...