24 April 2017

Naik Sepeda ke Kantor Bisa Kurangi Risiko Kanker dan Jantung

Konfrontasi - Anda ingin hidup lebih lama? Ingin mengurangi risiko kanker dan juga gangguan jantung? Maka bersepedalah ke kantor, saran para ilmuwan.

Sebuah studi terlengkap sejauh ini mengaitkan bersepeda dengan menurunnya risiko kanker dan masalah jantung sampai hampir 50%.

Tim peneliti di Universitas Glasgow juga mengatakan bersepeda tidak membutuhkan sebuah kemauan keras jika sudah menjadi rutin, jadi berbeda dengan pergi ke pusat kebugaran.

Studi yang melibatkan 250.000 orang di Inggris ini memperlihatkan pula bahwa berjalan kaki memberi keuntungan dibanding duduk di angkutan umum atau mobil.

Selama lima tahun, studi membandingkan orang-orang yang 'aktif' dalam perjalanan bolak balik rumah dan kantor dibanding mereka yang lebih banyak berdiam.

Dari total yang diteliti, sebanyak 2.430 orang meninggal, 3.748 didiagnosis dengan kanker, dan 1.110 menderita gangguan jantung.

Namun selama masa studi, mereka yang naik sepeda secara teratur untuk bekerja dan pulang mengurangi risiko kematian -dengan sebab apapun- sampai 41%, sementara risiko kanker berkurang 45% dan pengurangan sebesar 46% untuk gangguan jantung.

Para pengguna sepeda itu mencatat rata-rata 30 mil atau sekitar 48 km per minggu namun semakin jauh mereka bersepeda maka faedahnya semakin besar pula.

Sedangkan untuk berjalan kaki, manfaatnya sebagian besar untuk orang yang berjalan kaki dengan jarak lebih dari enam mil atau atau sekitar sembilan kilometer.

"Ini bukti yang amat jelas bahwa orang yang pulang pergi secara aktif, khususnya dengan naik sepeda berada dalam risiko rendah," kata Dr Jason Gil dari Universitas Glasgow kepada BBC.

"Anda perlu ke kantor setiap hari jadi kalau Anda menyertakan sepeda dalam hari-hari itu maka kemauan besar tidak diperlukan lagi."

Orang-orang yang mengkombinasikan sepeda dengan angkutan umum dalam perjalanan pergi pulang kantor juga mendapat manfaat kesehatan.

Namun studi yang diterbitkan British Medical Journal itu tidak bisa menentukan hubungan sebab dan akibatnya secara jelas.

Bagaimanapun, manfaat masih tetap ada walau statistiknya sudah disesuaikan dengan dampak dari penjelasan lain, seperti merokok, makanan, dan seberapa berat tubuh seseorang.

Dan studi menyimpulkan bahwa alasan sepeda mengurangi risiko kanker bukan karena berkurangnya berat badan akibat bersepeda itu. (dtk/mg)

Category: 

loading...

Berita Terkait

Baca juga


Loading...