11 December 2018

"Maaf Ma, Saya Mau Sembelih Mama"

KONFRONTASI-Aksi pembunuhan menimpa seorang nenek di kediamannya di RT 2/5 Kampung Puncak Citamiang, Desa Curug Kembar, Kecamatan Curug Kembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Ia ditemukan tewas mengenaskan di dalam rumahnya.

Ironisnya, pelaku pembunuhan adalah anak kandungnya sendiri, yakni K (45) dengan menggunakan senjata tajam jenis golok.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono, mengatakan, peristiwa tragis itu terjadi 8 Desember 2015 sekitar pukul 21.00 WIB.

Menurutnya, K menebas leher ibunya sendiri yang belakangan diketahui bernama Ujum alias Masitoh ketika sedang terlelap di kamarnya.

"Menurut pengakuan pelaku, pada saat korban sedang tidur di kamar, ia mendatangi korban dan mencoba membangunkannya," ujar Sulistyo melalui pesan singkat, Rabu (9/12/2015).

Dikatakan Sulistyo, pelaku memang sengaja membangunkan ibunya sebelum menebas lehernya. Ia pun sempat mengatakan sesuatu berbahasa Sunda ke arah ibunya itu.

Ia mengatakan, "mak hapunten empay rek meuncit ma" (mak maaf empay mau menyembelih ma).

"Dan pelaku langsung menebaskan sajamnya ke arah leher korban yang masih terjaga," kata Sulistyo.

Usai menghabisi nyawa ibunya, lanjut Sulistyo, pelaku keluar rumah dan menemui warga yang tengah ronda. Ia mengaku telah membunuh ibunya sendiri.

Warga pun terkejut dan datang ke rumah korban dan pelaku. Korban ditemukan telah bersimbah darah.

"Kemudian warga berusaha menolong korban ke puskesmas dan mau dirujuk ke rumah sakit. Namun nyawanya tak tertolong," kata Sulistyo.

Berdasarkan keterangan warga, kata Sulistyo, pelaku mempunyai penyakit kelainan jiwa. Adapun pelaku kini diamankan di Polres Sukabumi.

Selain memproses pelaku, petugas akan memeriksa yang bersangkutan ke ahli penyakit jiwa untuk memastikan kejiwaannya.

"Barang bukti sajam jenis golok telah disita. Proses hukum dilanjutkan dengan berkoordinasi dengan pihak rumah sakit jiwa," kata Sulistyo.[mr/trbn]

 

Tags: 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...