25 May 2019

Longsor Lombok Telan Tiga Korban Jiwa

Konfrontasi - Kepala Pusdatin dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan longsor di Lombok Barat membuat empat rumah tertimbun dan menyebabkan tiga orang tewas, satu hilang, 12 luka berat dan tiga luka ringan.

“Hujan deras yang turun malam hari telah menyebabkan longsor di Dusun Ladungan, Kabupaten Lombok Barat, NTB, pada Sabtu dini hari,” kata Sutopo lewat keterangan tertulisnya diterima di Jakarta, Sabtu (19/12/2015).

Korban tewas itu di antaranya Riswandi (21 tahun), Laelatul Hasnah (10) dan Dahrin (80). Satu orang hilang yaitu Multazam (21) dan korban luka yaitu Saharudin (40, luka berat), Sadirah (35, luka berat), Ati (12, luka ringan), Dinda (6, luka ringan) dan Arini (3, luka ringan).

Selain itu, lanjut Sutopo, longsor juga menimbun satu warung, dua sepeda motor dan dua ekor sapi. Material longsor juga menimbun jalan. Upaya pencarian korban dan penanganan darurat longsor masih terus dilakukan oleh BPBD Lombok Barat, BPBD NTB, Polri, Basarnas, SKPD, relawan dan masyarakat.

Kebutuhan mendesak, kata dia, adalah alat berat, cangkul dan sekop untuk membersihkan longsor.

Menurut Sutopo, ancaman longsor akan terus meningkat seiring meningkatnya curah hujan. Diperkirakan Januari hingga awal Februari 2016 adalah puncak musim hujan. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada.

“Longsor adalah jenis bencana yang paling mematikan selama 2014 dan 2015 dibandingkan dengan jenis bencana lain. Tingginya kerentanan menyebabkan korban tertimbun longsor. Ada 41 juta jiwa masyarakat yang tinggal di daerah bahaya sedang hingga tinggi longsor yang tersebar di 174 kabupaten/kota,” kata dia.

Banyak penduduk, kata dia, tinggal di lereng perbukitan dan pegunungan, tebing sungai dengan mitigasi yang masih minim, baik struktural dan nonstruktural. Tata ruang berbasis longsor sangat berperan dalam mereduksi longsor.

“Tata ruang tersebut harus diimplementasikan secara nyata. Masyarakat juga ditingkatkan kapasitas dan kemampuannya untuk memitigasi lingkungan sekitarnya,” katanya. (akt/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...