14 November 2019

Kronologi Kecelakaan Bus Rosalia Indah di Purballingga Versi Penumpang

Konfrontasi - Seorang penumpang bus PO Rosalia Indah yang terjun ke jurang di Purbalingga, Beni, sempat cemas saat mesin bus sempat mati.
Pengemudi sempat berganti orang hingga mesin hidup kembali. Perjalanan pun berlanjut.

Penumpang tujuan Yogyakarta itu menceritakan detik-detik bus kecelakaan. Saat melintasi turunan di ruas Bayeman, Desa Tlahab Lor Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, ia merasakan bus berjalan oleng. Laju bus tak terkendali waktu melaju di turunan mendekati tikungan tajam. Sejumlah penumpang yang terjaga panik.

Dalam situasi darurat, Beni menyaksikan, sang pengemudi justru melompat keluar bus. Bus yang seharusnya berbelok ke kanan tikungan, terus meluncur dan menabrak pembatas jalan hingga terjun ke jurang sedalam sekitar 6 meter.

"Saat bus oleng, penumpang panik. Sopir melompat," Beni, Sabtu (24/6/2017).

Direktur RSUD Purbalingga Nonot Mulyono mengatakan, seluruh korban luka akibat kecelakaan itu telah tertangani oleh tim dokter dan dirawat inap di ruang pasien.

Pihaknya masih mengidentifikasi para korban. Rata-rata mereka menderita luka sobek akibat benturan dan mengalami patah tulang.

"Penanganan menyesuaikan kondisi pasien. Kami sudah siapkan untuk operasi dan bedah syaraf bagi korban yang perlu dilakukan tindakan tersebut," Nonot.

Hingga Sabtu petang bangkai bus masih di jurang dan belum dievakuasi. Kondisinya rusak parah. Sebagian besar bodi kendaraan ringsek. Atap bus terlepas. Seluruh jendela kaca pecah. Kursi penumpang terlihat terbuka.

Pecahan kaca dan logam tercecer. Sebagian pakaian korban berserakan. Pembatas jalan berupa beton dan besi hancur karena tertabrak bus sebelum meluncur ke jurang.

Petugas masih kesulitan mengevakuasi bangkai bus karena kondisi lalu lintas di ruas tersebut masih padat.

"Kalau memungkinkan akan kami evakuasi ke tanah lapang dulu," kata Kasat Lantas Polres Purbalingga AKP Sukarwan.

Kepala Cabang PT Jasa Raharja Jateng, Halwan Muldidarmawan, menyebut jumlah korban luka 36 orang dan 4 orang tewas.

"Korban luka sudah kami berikan surat jaminan ke rumah sakit. Sedangkan untuk korban tewas, sudah mulai kami datangi rumah ahli warisnya," ujar Halwan dikutip Tribunnews.

Ia mengatakan 33 orang dirawat di RSUD Goeteng Purbalingga, 3 orang dirawat di Rumah Sakit Nirmala dan 2 orangg dirawat di Rumah Sakit Harapan Ibu.

Para korban terjamin UU No.33 tahun 1964. Para korban mendapat jaminan biaya perawatan maksimal Rp 20 juta. Sedangkan santunan kematian untuk ahli waris korban tewas mencapai Rp 50 juta. (trbn/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...