14 December 2018

Koalisi Merah Putih Ringkih karena Pragmatisme Politik tanpa Ideologi

KONFRONTASI- Koalisi Merah putih rapuh dan ringkih. Ringkih dan rapuhnya partai politik yang tergabung dalam Koalisi Merah putih (KMP) atas godaan kekuasaan dinilai sebagai bentuk demokrasi tanpa ideologi dan moral politik.

Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro menilai, hal itu merupakan bukti bahwa sikap partai politik (parpol) yang masih pragmatis dan oportunis.

"Bagi parpol bermain di tikungan akhir seperti itu seolah sah-sah saja dan tak melanggar etika dan fatsun politik," ujarnya kepada INILAHCOM, Minggu (21/9/2014).

Menurut Siti, yang terjadi di KMP adalah bentuk dari elite parpol yang belum mau mereformasi diri parpol agar respek publik dapat lebih baik.

"Padahal yang sangat dibutuhkan sekarang adalah keterukuran konsistensi dari elite dan parpol dalam membangun demokrasi yang berkualitas," jelasnya.

Siti menegaskan bentuk demokrasi tanpa moral politik itu berarti demokrasi transaksional. Demokrasi yang menghalalkan semua cara dengan menggerus nilai-nilai itu sendiri.

Penegasan Siti menanggapi Ketua DPP Partai Gerindra Desmon J Mahesa yang menyatakan KMP sebenarnya rapuh. Hal ini di antaranya terlihat dari sikap beberapa parpol yang intensif melakukan komunikasi dengan Jokowi dan PDIP.

Desmon memperkirakan KMP hanya akan tinggal dua partai yaitu Partai Gerindra dan PKS. [yeh]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...