17 December 2018

#KitaAGNI Tuntut Kasus Pelecehan Seksual Terhadap Mahasiswi UGM Dituntaskan: Page 2 of 2

Dekan Fisipol UGM Erwan Agus Purwanto mengapresiasi aksi gerakan #KitaAGNI bagi penuntasan kasus pelecehan seksual yang dialami salah satu mahasiswi di fakultasnya.

Menurut Erwan, Fisipol UGM sejak akhir 2017 sejatinya telah berkirim surat kepada pimpinan UGM untuk segera mengambil tindakan guna menuntaskan kasus pelecehan seksual itu. 

Meski UGM telah membentuk tim investigasi untuk kasus itu, namun pihak pimpinan universitas belum sepenuhnya mengimplementasikan rekomendasi yang disampaikan tim itu.

"Universitas memiliki peraturan rektor tentang tata perilaku mahsasiswa. Itu yang kami desak untuk segera diputuskan oleh rektor karena rekomendasi telah diberikan tim investigasi," kata dia.

Ia juga berterima kasih kepada Balairung Press (Badan Pers Mahasiswa UGM) melalui laporan yang diunggah pada 5 November sehingga kasus itu bisa diketahui publik.

"Mari kita kawal bersama agar kasus ini segera dituntaskan pihak pimpinan universitas dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya," kata dia.

Dekan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada Prof Nizam memastikan salah seorang mahasiswanya yang diduga sebagai pelaku perkosaan telah dijatuhi sanksi dan belum bisa lulus kuliah tahun ini.

"Pelaku yang seharusnya bisa wisuda Agustus lalu, belum bisa lulus karena masih harus memenuhi sanksi keputusan dari pimpinan universitas berdasar rekomendasi tim independen," kata Nizam.

Seorang mahasiswi Fisipol UGM diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh seorang rekan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang merupakan mahasiswa Fakultas Teknik angkatan 2014.

Peristiwa ini terjadi saat mahasiswi angkatan 2014 ini mengikuti Program KKN di Pulau Seram, Maluku, pertengahan tahun 2017. Peristiwa itu diungkap oleh Balairung Press (Badan Pers Mahasiswa UGM) melalui laporan yang diunggah pada 5 November 2018.(mr/tar)

 

Tags: 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...