13 December 2019

Kisah 2 Pengemudi Dihukum Tak Punya SIM Seumur Hidup

Konfrontasi - Di Sumatera Utara (Sumut), majelis hakim mencabut hak Tri Yuda Mediansyah untuk mendapatkan semua jenis SIM dalam waktu tidak terbatas. Adapun di Blitar, hakim setempat mencabut hak Kadis (39) memiliki SIM khusus untuk B1.

Kasus bermula saat Kadis membawa truk Nopol AG 8975 R yang bermuatan tanah liat sebesar 2,5 ton pada 29 Agustus 2014 siang. Saat itu ia melintasi jalan umum di Desa Jugo, Kesamben, Blitar dari arah utara ke selatan. Di jalan tersebut Kadis memacu truknya dengan kecepatan 60 km/jam, padahal ban truknya sudah gundul.

Dari arah berlawanan, datang kendaraan roda dua yang dikendarai Budi Santoso dan Erma Cholida dengan kecepatan 20 km/jam. Saat berpapasan, truk yang dibawa Kadis oleng sehingga menghantam sepeda motor sehingga Budi dan Erma terpengkal ke sungai dan meninggal dunia seketika.

Atas perbuatannya, Kadis lalu diadili dan dituntut 2 tahun penjara. Gayung bersambut yaitu Pengadilan Negeri (PN) Blitar mengabulkan permohonan tersebut.

"Menghukum terdakwa dengan hukuman pidana penjara selama 2 tahun dan denda 1 juta, jika tidak mau membayar denda maka diganti 3 bulan kurungan," putus majelis hakim sebagaimana dilansir website Mahkamah Agung (MA), Jumat (22/1/2016).

Duduk sebagai ketua majelis Yohanes Priyana dengan anggota Berhard Mangasi Lumban Toruan dan Ikrarniekha Elmayawati Fau. Selain itu, majelis juga mencabut SIM B1 Kadis, di mana SIM B1 adalah izin untuk mengemudikan mobil penumpang dan barang perseorangan dengan jumlah berat yang diperbolehkan lebih dari 3.500 kg.

"Budi Santoso dan Erma Cholida merupakan pasangan suami istri meninggal dunia dan meninggalkan anak-anak yang masih sekolah dan bayi umur 7 tahun," demikian alasan pencabutan SIM B1 tersebut.

Beda di Blitar, beda pula di Stabat, Sumatera Utara, Majelis hakim yang terdiri dari Laurenz Stephanus Tampubolon dengan anggota Sunoto dan Hasanuddin mencabut hak Yuda memiliki segala jenis SIM. Di mana Yuda merupakan terdakwa pelanggaran lalu lintas yang mengakibatkan Supriono meninggal dunia.

Saat itu, Yuda mengemudikan dengan tidak hati-hati sehingga menimbulkan kecelakaan berbuntut di Jalan Umum Binjai, Kuala atau tepatnya di depan Kantor PTPN II Selesai, Sumatera Utara. Yuda bukannya menyerahkan diri, ia malah kabur setelah kendaraanya terbalik dengan roda ada di atas.

"Menjatuhkan pidana tambahan berupa pencabutan Surat Izin Mengemudi (SIM) atas nama terdakwa Tri Yuda Mediansyah alias Bendil dan mencabut hak terdakwa untuk mengurus Surat Izin Mengemudi (SIM) sebagaimana ditentukan dalam peraturan perundang-undangan," ucap majelis dengan suara bulat.

Tanpa SIM, maka Yuda tidak bisa membawa kendaraan sehingga diharapkan tidak terjadi lagi kecelakaan maut. (dtk/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...