20 September 2019

Kasus Korupsi TranJakarta Ibarat Beli Sabun Colek, Kata Jokowi

KONFRONTASI - Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) mengatakan penahanan mantan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Udar Pristono terkait kasus korupsi Bus Transjakarta merupakan bentuk penegakan hukum. Menurut Jokowi, dengan proses hukum yang dilaksanakan oleh Kejaksaan Agung maka celah sistem pembelian bus yang digunakan sebagai transportasi massal di Jakarta bisa ditelusuri. Jokowi sendiri menyerahkan segala proses hukum kepada Kejaksaan Agung.

"Itu (penangkapan Pristono) diserahkan ke wilayah hukum. Itu sudah wilayah hukum," kata Jokowi di Balaikota, Jakarta, Kamis (18/9).

Jokowi menduga, kasus dugaan korupsi pengadaan dan peremajaan bus Transjakarta tahun 2013 senilai Rp 1,5 triliun karena adanya teknis pengadaan bus yang tidak sesuai dengan prosedur.

Jokowi mengumpamakan kasus tersebut seperti dirinya meminta membeli sabun wangi, tetapi kenyataan di lapangan yang dibeli adalah sabun colek. Memang bentuknya sama-sama sabun sesuai yang dibutuhkan, tetapi kualitas dari sabun itu tidak sesuai dengan yang telah ditetapkan.

"Jadi pengadaan barang seperti pembelian bus ini, tergantung dari orang-orang yang melakukannya," ujar mantan Wali Kota Solo ini.

Dari sisi sistem, Jokowi menilai sistem pengadaan bus Transjakarta sudah baik lantaran pengawasan terhadap proses pengadaan bus sudah meminta bantuan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mengawal proses pengadaan bus.

"Kalau sistemnya sudah baik. Pengawasan sudah meminta bantuan ke BPKP. Badan ini ikut mengawasi dari awal. Itu yang sudah dilakukan," ungkap Jokowi.

Jokowi menambahkan, belum seluruhnya anggaran pembelian bus dibayarkan ke vendor. Dari total anggaran seharusnya dibayarkan sebesar Rp 3 triliun, Pemprov DKI baru membayar sekitar Rp 500-600 miliar. Penundaan pembayaran ini dilakukan karena adanya kasus dugaan korupsi bus Transjakarta yang sedang ditangani Kejaksaan Agung.

Jokowi menerangkan, pengadaan transportasi massal yang paling cepat dilakukan adalah membeli bus untuk menambah armada bus Transjakarta. Karena koridor bus Transjakarta sudah banyak, mencapai 12 koridor. Dan akan ditambah menjadi tiga koridor lagi menjadi 15 koridor.

"Jakarta butuh transportasi massal. Yang paling cepet ya beli bus, langsung 3.000 bus karena koridor banyak. Dan mekanisme lelang itu ada di dinas," tutur Jokowi.[ian/mrdk]

 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...
Jumat, 20 Sep 2019 - 10:38
Jumat, 20 Sep 2019 - 10:26
Jumat, 20 Sep 2019 - 10:10
Jumat, 20 Sep 2019 - 10:05
Jumat, 20 Sep 2019 - 10:02
Jumat, 20 Sep 2019 - 09:58
Jumat, 20 Sep 2019 - 09:50
Jumat, 20 Sep 2019 - 09:49
Jumat, 20 Sep 2019 - 09:45
Jumat, 20 Sep 2019 - 09:45
Jumat, 20 Sep 2019 - 09:12
Jumat, 20 Sep 2019 - 09:09