31 March 2020

Kasus e-KTP: KPK Cekal Keponakan Novanto

KONFRONTASI-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencegah mantan Direktur PT Murakabi Sejahtera, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo yang juga keponakan Ketua DPR RI Setya Novanto,  untuk keluar negeri selama enam bulan ke depan.

Tindakan cegah tangkal atau cekal tersebut, menurut juru bicara KPK Febri Diansyah berkaitan dengan pemeriksaan kasus korupsi KTP elektronik (E-KTP) dengan tersangka Setya Novanto.

"Hari ini kita juga melakukan pencegahan ke luar negeri terhadap saksi Irvanto Hendra Pambudi Cahyo untuk enam bulan kedepan terhitung 21 Juli 2017. Jadi saksi dicegah ke luar negeri untuk kepentingan pemeriksaan dalam kasus e-KTP untuk tersangka SN," ujar Febri saat konferensi pers di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Senin (24/7).

Ketika bersaksi di persidangan dua terdakwa e-KTP, Irman dan Sugiharto, Irvan mengaku bahwa dirinya memiliki hubungan kekeluargaan dengan Setya Novanto tersambung dari ibunya. Ia juga mengungkapkan bahwa telah mengenal Andi Agustinus alias Andi Narogong, tersangka e-KTP. Irvanto mengenal Andi sejak masa SMA karena Andi merupakan kakak Vidi Gunawan.

Perusahaan Irvanto, PT Murakabi Sejahtera, pernah ikut bergabung dengan salah satu konsorsium saat proses lelang pengadaan proyek e-KTP. Hanya saja, konsorsium PT Murakabi kalah dengan konsorsium PNRI.

Pada 17 Juli 2017, KPK menetapkan Setya Novanto menjadi tersangka dalam kasus korupsi e-KTP. Ketua Partai Golkar itu diduga memiliki peran penting dalam pembahasan anggaran proyek e-KTP di DPR. Melalui Andi Agustinus, penyidik KPK menduga bahwa Novanto juga telah mengatur peserta dan pemenang lelang dalam pelaksanaan proyek senilai Rp 5,9 triliun tersebut.[mr/rmol]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...