23 May 2018

Kasus Asusila Asisten Bupati Bojonegoro Berakhir Damai

Konfrontasi – Kasus kekerasan seksual melibatkan Staf Ahli Bupati Bojonegoro, Kusbianto dan seorang wartawati berakhir damai.

Kusbianto akhirnya meminta maaf kepada wartawati suarabanyuurip.com setelah melakukan pertemuan dengan pihak manajemen. Hal itu dilakukan setelah pihaknya diduga telah melakukan pelecehan seksual terhadap inisial RW saat melakukan peliputan.

Manajemen Media Banyuurip sebelumnya telah melayangkan surat somasi kepada Pemkab Bojonegoro atas tindakan tidak menyenangkan yang dilakukan Kusbianto. Bupati Bojonegoro, Suyoto meminta Kepala ESDM, Agus Supriyanto, untuk menjadi mediator atas penyelesaian kasus tersebut. Sebab saat ini Suyoto sedang melakukan kunjungan kerja di Brazil.

Pertemuan dilakukan di ruang Kepala ESDM jalan pahlawan No7 Bojonegoro yang juga dihadiri perwakilan dari Redaksi Media Suara Banyuurip, Dwi Suko Nugroho, Selasa (02/12/2014). Pada pertemuan itu Kusbianto telah meminta maaf kepada RW yang disaksikan oleh utusan bupati dan perwakilan redaksi Suara Banyuurip. RW juga telah menerima permintaan Kusbianto.

Dari pertemuan itu kedua belah pihak sudah sepakat untuk saling memaafkan yang tertuang dalam surat kesepakatan yang ditandatangi Kusbianto dan RW dengan disaksikan Agus Supriyanto dan Dwi Suko Nugroho. "Jadi kasus ini (pelecehan seksual, red) sudah selesai, karena surat somasi yang kita kirim sudah dipenuhi," terang Dwi Suko Nugroho.

Menurut Dwi, saat ini RW mengaku, sudah memaafkan KS dan berharap kejadian seperti ini tak terulang kembali. "Semoga dengan kejadian ini tak terulang lagi dan menimpa teman-teman wartawati lainnya. Biarlah cukup saya yang mengalaminya," kata RW sesuai yang dikatakan Dwi, sapaan akrabnya.

Perwakilan Media Suara Banyuurip, Dwi Suko Nugroho, menyatakan, pertemuan Kusbianto dengan RW ini merupakan tanggapan somasi yang dikirimkan kepada Bupati Bojonegoro. "Kusbianto sudah memita maaf atas kesalahannya dan RW sudah memaafkannya. Maka masalah ini telah selesai," pungkasnya.

Sementara, Divisi Advokasi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bojonegoro, Dedi Mahdi Assalafi mengatakan, meskipun kasus ini telah selesai diharapkan Pemkab Bojonegoro tetap memberikan sanksi atas tindakan yang dilakukan pejabat negara tersebut. "Agar menjadi pelajaran bagi pejabat lain saat menjalankan tugasnya," terangnya.

Category: 
Loading...