11 December 2018

Jokowi Tak Bisa Cepat dan Tegas seperti Prabowo. Payah Jokowi !

KONFRONTASI- Pengamat politik dari Indobarometer, M Qodari, menilai saat ini adalah waktu yang tepat bagi Presiden Joko Widodo atau Jokowi melakukan perombakan kabinet. Namun, Qodari tak yakin Jokowi bisa cepat dan tegas mengambil keputusan meski kondisi ekonomi kian memburuk.

Qodari pun mengungkapkan publik saat ini butuh ketegasan dari sosok Jokowi. Dia menganalogikan harapan akan ketegasan sebenarnya dimiliki oleh karakter Prabowo Subianto, pesaing Jokowi pada saat pemilihan presiden lalu.

"Jokowi dan Prabowo memiliki karakter yang kontras. Jadi, agak sulit berharap seorang Jokowi ambil keputusan politik yang langgamnya keras dan frontal seperti gaya Prabowo," ujar Qodari dalam acara diskusi di Jakarta, Sabtu (27/6/2015).

Publik, lanjut dia, harus siap menerima gaya politik Jokowi yang tidak konfrontatif. Hal itu tecermin dari sikap Jokowi saat menjadi Wali Kota Solo dalam menangani pedagang kaki lima dengan mengajak pedagang kaki lima makan siang.

Tak hanya dari gaya dan karakter Jokowi yang kompromistis, Qodari juga menjelaskan pertimbangan Jokowi melakukan perombakan kabinet juga tak hanya persoalan kinerja. Namun, Jokowi juga harus menimbang kesepakatan politik dengan partai politik yang ada di pemerintahan atau partai politik yang hendak masuk kabinet.

"Maka, sulit harapkan Jokowi buat perubahan cepat dan drastis. Itulah tipologi kepemimpinan yang dipercaya. Saya rasa mungkin keputusan reshuffle juga tidak akan ada sampai hari 35," seloroh Qodari.

Lebih lanjut, Qodari mengingatkan jika Jokowi terlalu lama mengambil keputusan soal perombakan kabinet, tingkat kepercayaan masyarakat akan semakin turun. "Jangan sampai nanti sudah tenggelam, baru ambil sikap," ucap dia.

Ketua Umum Taruna Merah Putih, Maruarar Sirait menyatakan, Indonesia beruntung memiliki dua tokoh bangsa yakni Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Sebab, kedua tokoh ini patut menjadi panutan bagi pemuda-pemuda di Indonesia yang tahu kapan waktunya bertarung dan kapan waktu bersatu demi kemajuan bangsa Indonesia.

"Jokowi dan Prabowo bertarung di Pilpres 2014, tapi setelah itu bersatu bangun bangsa. Indonesia beruntung punya Jokowi dan Prabowo yang tahu waktunya bertarung yang ujungnya bersatu untuk bangsa," kata Ara dalam acara silaturahmi dan buka puasa 100 tokoh pemuda dalam rangka bulan Bung Karno di Jakarta, Sabtu (27/6/2015).

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menegaskan, para pemuda Indonesia harus mencontoh Jokowi dan Prabowo yang melupakan pertarungan Pilpres lalu yang sudah dibuktikan belum lama ini Jokowi meminta pandangan untuk selesaikan masalah bangsa ini kepada Prabowo di Istana Negara. "Makanya, organisasi-organisasi pemuda di Indonesia harus juga bersatu tidak boleh pecah belah karena Indonesia merdeka melawan penjajah karena bersatu," harapnya.(KCM)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...