21 May 2019

Jalur Masuk-Keluar Kota Tua Diatur, Pejalan Kaki Tidak Bisa Sembarangan

KONFRONTASI -   Jalur masuk dan keluar pejalan kaki di kawasan Kota Tua, Jakarta Utara sudah tidak bisa sembarangan. Sebab pihak pengelola sudah membuat aturan khusus.

Kepala Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua, Norviadi S. Husodo menyatakan bahwa hal ini memang masih melalui tahap sosialisasi selama 2 minggu. Dengan alasan, meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengunjung.

“Jadi jalur masuk dan keluarnya dipisahkan kan selama ini jadi satu tuh. Ketika ada penumpukan di pintu masuk ya itu ketidaknyamanan pengunjung, keamanan juga ya jadi kita coba atur deh,” ucap Norviadi saat dihubungi, Rabu (24/4).

Pengaturan ini juga, lanjutnya, akan berdampak pada integrasi Taman Fatahilah dengan Kali Besar. Sehingga bisa memotong jalan dan tidak harus memutar lagi.

“Nanti selanjutnya setelah Taman Fatahilah Kali Besar kita integrasikan dengan sub kawasan lain sub kawasannya ada Pecinan, Pekojan, Sunda Kelapa. Tapi kalau itu mungkin koneksinya perlu semacam shuttle bus lah,” terangnya.

Untuk mempermudah sosialisasi, Norviadi telah menyiapkan petugas di pos pintu-pintu masuk selama 24 jam yang dibagi 3 shift per-8 jam sekali.

“Petugas standby di pos-pos dekat pintu masuk, kalau ada perlu Bantu penyebrangan ya dibantu nyebrangin ngamanin,” tandasnya.

Alur pintu masuk

1. Lorong Pecinan (arah dari Jalan Pintu Besar atau Museum Bank Indonesia)
2. Lorong Batavia (arah dari Gedung Jasindo atau parkiran Cengkeh)
3. Lorong Pekojan (arah dari Kali Besar Timur)

Alur pintu keluar

1. Lorong Fatahillah (arah ke Stasiun Jakarta Kota atau Jl Lada)
2. Lorong Jayakarta (arah ke Kali Besar atau Bank Mega)
3. Lorong Kota Intan (arah ke Aroma Nusantara atau Jembatan Kota Intan)
4. Lorong Sunda Kelapa (arah ke Imigrasi Jakarta Barat atau Jl kunir.(Jft/JPNN)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...