24 February 2020

Iwan Ratman PhD, kandidat Terkuat Menteri ESDM

KONFRONTASI- Dr Iwan Ratman yang rendah hati dan ramah serta merakyat,  disebut-sebut sebagai kandidat terkuat menteri ESDM pada kabinet pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. Mayoritas publik dan relawan memilih Dr  Ir Iwan Ratman MSC, alumnus ITB dan Undip serta University of Texas, USA dan UTM Malaysia dan Imperial College London itu, karena keahlian, rekam jejak (track record) dan pemikirannya yang sangat nasionalis. Ketua Dewan Pembina Komunitas Migas Indonesia (KMI) tersebut memang bercita-cita agar industri pertambangan dan Sumber Daya Alam (SDA) di negeri ini bisa dikelola dengan baik dan dikuasai oleh bangsa Indonesia sendiri

Banyak pihak yang menilai semangat nasionalisme Iwan Ratman yang tinggi dan keinginannya memajukan industri pertambangan nasional membuatnya pantas untuk duduk di pos Menteri ESDM. Kelebihan lainnya adalah keberaniannya untuk memperjuangkan yang diyakininya sebagai kebenaran. 

Menurut Iwan Ratman, beban tugas dan tanggung jawab Kementerian ESDM ke depan sangat berat karena tidak hanya memiliki kemampuan teknik dan pengetahuan di bidangnya dan berpengalaman panjang di dunia migas dari hulu hingga hilir. Tapi juga dibutuhkan sosok yang punya hubungan dan spektrum luas di dunia internasional.

"Yang jelas, kalau diberikan amanah, saya akan melakukan tujuh program Revolusi Energi Indonesia agar bangsa ini terhindar dari krisis energi dan berdaulat di bidang energi," katanya.

Konsep ini sejalan dengan ajaran Trisakti Bung Karno untuk menciptakan Bangsa Indonesia berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi dan berkepribadian secara sosial budaya.

Ia menjelaskan, ketujuh program revolusi energi yang diusung. Pertama, solusi tanpa menaikkan harga BBM bersubsidi pada awal pemerintahan serta program pengurangan konsumsi BBM bersubsidi secara bertahap dan konsisten.

Kedua, program pengembangan energi baru dan terbarukan guna mencapai proporsi 17 persen dalam bauran energi. Ketiga, program peningkatan produksi migas nasional. Keempat, program pemberantasan mafia migas.

Kelima, program menjadikan Pertamina menjadi world class energy company. Keenam, program penyediaan tenaga listrik nasional. Ketujuh, program peningkatan nilai tambah industri pertambangan.

Ketujuh program tersebut harus menjadi prioritas utama pemerintahan Jokowi-JK dalam rangka menciptakan kedaulatan energi sehingga Indonesia tidak lagi tergantung kepada asing dan mampu berdikari menjadi bangsa yang mandiri.

"Apalagi 30 persen kontribusi sektor energi dan migas merupakan salah satu andalan pemerintah dalam APBN," ujarnya.

Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) sudah memastikan kabinet mendatang berisi 34 kementerian. Pucuk pimpinan kementerian terdiri dari 18 profesional nonpartai dan 16 profesional partai politik. 

Bahwa sejumlah kementerian strategis bakal dipimpin profesional non partai. Salah satunya adalah kementerian ESDM. Sosok kandidat Menteri yang dianggap tepat mengisi pos-pos strategis. Dalam beberapa minggu ini, sejumlah nama yang layak .untuk mengisi pos-pos ramai muncul di berbagai hasil survey kandidat menteri, baik yang di lakukan lembaga survey maupun media massa.(k)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...