22 February 2017

Ini Kata BNN Terkait Tertangkapnya Guru Besar Unhas yang "Nyabu"

KONFRONTASI-Kepala Humas Badan Narkotik Nasional, Komisaris Besar Sumirat Dwiyanto, tidak heran jika seorang wakil rektor terjerat kasus narkoba. Hal ini dinyatakan Sumirat menanggapi kasus tertangkapnya Wakil Rektor Universitas Hassanudin Prof Musakkir yang didtangkap karena pesta sabu di Makassar, Jum'at dini hari lalu.

"Kiai saja terjerat narkoba," ujar Sumirat ketika dihubungi Tempo, Jumat malam, 14 November 2014. Menurutnya, narkoba tidak memilih-milih korbannya.

Selain itu, Sumirat juga mengatakan penyebaran narkoba selalu naik setiap tahunnya. Seluruh daerah, ujar Sumirat, baik di Indonesia Barat, Tengah, dan Timur, ada penyebaran dan penyalahgunaan narkoba. "Tidak hanya di Indonesia Barat saja," katanya.

Sumirat mengakui, Indonesia sangat lambat dalam menanggulangi penyebaran narkoba. Saat ini, ujarnya, Indonesia hanya berfokus menumpas penyebaran narkoba, bukan menyembuhkan para pecandu narkoba.
"Menurut data BNN, ada 4 juta pecandu narkoba," katanya. Sedangkan, yang direhabilitasi hanya sebesar 18 ribu saja. Pun, dengan pecandu baru yang selalu bermunculan berjumlah lebih dari 18 ribu jiwa.

Sumirat membandingkan jumlah penanggulangan yang dilakukan Thailand. Thailand, menurut Sumirat, bisa merehabilitasi pecandu sebanyak 400 ribu jiwa tiap tahunnya. Dukungan militer dan polisi juga didapatkan dengan meminjamkan markasnya sebagai fasilitas rehabilitasi. "Kalau di sini, butuh berapa tahun?," ujar Sumirat.

Sebelumnya, Prof Musakkir, tertangkap pada melakukan pesta sabu bersama dosen dan dua wanita di Hotel Grand Malibu Jalan Pelita Raya, Makassar, Jumat, 14 November 2014, dinihari sekitar pukul 03.00 Wita. Kasusnya masih diselidiki oleh Polda Sulselbar hingga saat ini.(tmp)
 

Category: 

Berita Terkait

Baca juga


Loading...