17 February 2020

Ini Dua Kontroversi Ningsih Tinampi

KONFRONTASI -   Setelah namanya dikenal lewat pengobatan alternatifnya, Ningsih Tinampi sudah sudah dua kali membuat kontroversi. Mulai dari menyalahkan korban pemerkosaan hingga mengaku bisa memanggil malaikat.

Beberapa bulan lalu, Ningsih membuat heboh lewat videonya yang viral. Ia dianggap menempatkan korban pemerkosaan di posisi salah, sementara pelaku dalam posisi sebaliknya.

"Orang diperkosa itu jangan menyalahkan orang yang merkosa. Bapak-Ibu punya anak-anak perempuan, orang yang merkosa, jangan menyalahkan orang yang merkosa. Karena apa? Orang yang memperkosa itu nafsunya datangnya dari orang yang diperkosa. Jadi semua itu salahe wonge (salah orangnya), salahe wedhoke (salah perempuannya)," berikut pernyataan Ningsih dalam video yang viral.


"Dia pakai baju yang minim-minim dan dia selalu genit-genit di depan orang, jadi itu yang membuat munculnya pemerkosaan. Jadi pemerkosaan bukan berarti orang yang merkosa sing salah (yang salah). Tidak. Bagi aku, sing tak salahno sing diperkosa. Dipamer-pamerno yo ora? (yang saya salahkan yang diperkosa, dipamer-pamerin).

Pernyataan tersebut menuai reaksi dari sejumlah kalangan. Lalu apa kata Ningsih Tinampi?

"Aku kan mengomentari setan yang ada di badan anak itu (pasien). Bukan mengomentari semuanya. Aku mengomentari setan yang ada di badan anak itu," kata Ningsih saat ditemui setelah mengobati pasien di rumahnya Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan. Kabupaten Pasuruan, Kamis (28/11/2019).
Ia menegaskan apa yang dia ungkapkan di video yang viral tersebut langsung ditujukan pada makhluk halus yang ada dalam badan pasien.

"Dia (makhluk halus yang ada dalam badan pasien) dulu sebelum mati, dia posisinya begitu, pakai baju minim, bareng-bareng sama laki-laki banyak. Akhirnya nggak salah yang memperkosa gitu," terang Bu Ning, sapaan Ningsih.

Ningsih mengatakan apa yang dia sampaikan dalam video tersebut tak mewakili semua dan tak perlu diperpanjang. "Jangan salah paham. Itu saya ngomong bukan untuk semua orang ini," sambungnya.

Kemudian pekan lalu, Ningsih membuat kontroversi dengan mengaku bisa memanggil malaikat dan nabi. Klaimnya itu menuai kontroversi hingga ia disebut sesat.

Pengakuan Ningsih terekam dalam video yang diunggah di channel Youtube Ningsih Tinampi. Video itu berjudul 'Ningsih Tinampi, Penunjukan Ilmu Milik Ningsih'.

Dalam video itu, Ningsih tampak tengah mengobati pasien yang disebutnya punya indra keenam. Melalui pasien perempuan itu, Ningsih seakan ingin menegaskan ke pemirsa channel-nya bahwa ilmu pengobatan dan kesaktian yang dimilikinya bukan berasal dari jin.Setelah itu Ningsih membaca doa. Sesaat kemudian Ningsih bertanya pada pasien. Pasien kemudian menangis sesenggukan. "Kenapa nangis? Kamu nggak kuat melihatnya. Padahal ini para malaikat yang aku undang. Sekarang yang saya undang adalah para nabi," kata Ningsih seperti dalam video yang dilihat detikcom, Jumat (17/1/2020).

Setelah berdoa, pasien kembali menangis. Tangisannya semakin panjang. "Ini yang datang adalah para nabi. Saya tidak bohong. Demi Allah," sambungnya.

Video berdurasi 47.51 menit ini juga menyedot perhatian banyak pemirsa. Video ini sudah ditonton ribuan kali dan menuai beragam komentar.

Seperti yang dilihat detikcom, sebagian besar komentar cenderung bernada negatif. Namun ada beberapa komentar yang membela Ningsih.

Mengetahui itu menjadi kontroversi, Ningsih meminta maaf terkait klaimnya bisa memanggil malaikat dan nabi. Ia itu menganggap klaim tersebut sebagai kecerobohan dan kebodohannya.

"Saya minta maaf karena kecerobohan dan kebodohan saya. Seribu kali lagi saya mohon maaf. Saya tak bermaksud apa-apa," imbuhnya.Kemudian MUI Kabupaten Pasuruan angkat bicara soal Ningsih yang mengklaim bisa memanggil malaikat dan nabi. Menurut MUI, yang demikian itu sesat.

"Niku lek'e pancene ngaku ketok barang gaib, ketok malaikat, iku sesat. (Itu kalau benar mengaku melihat hal gaib, melihat malaikat, itu sesat)," kata Ketua MUI Kabupaten Pasuruan KH Nurul Huda saat dihubungi detikcom.

Sementara Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko menyebut jika hal ini meresahkan masyarakat, dia meminta Kapolres Pasuruan menggelar langkah persuasif. Misalnya melakukan mediasi dengan pemerintah daerah, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

"Kalau itu suatu hal yang membuat resah, nanti akan dilakukan langkah persuasif, imbauan dari kepolisian," kata Truno di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Sabtu (18/1).

"Nanti tentunya kapolres akan melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah daerah, stakeholder dan tokoh agama. Ini ranahnya peran stakeholder, jadi nanti peran kapolres untuk membicarakan misalnya seperti apa kata-kata itu, nanti ya buktikan bagaimana faktanya," pungkasnya.(Jft/Detik)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...