27 May 2019

"Hukum Mati Saja Anak Saya Itu!"

KONFRONTASI-Nenek Fatima (70), tak kuasa menahan kegeramannya pada putrinya. Fatima yang merupakan warga Desa Yosorati, Kecamatan Sumberbaru, Jember, Jawa Timur, bahkan berharap agar anaknya, Siti Soleha (38), yang menjadi terdakwa kasus pembunuhan terhadap anak pelaku sendiri, Iin (18), divonis hukuman mati.

Atas perbuatan kejinya, Soleha pun harus menghadapi persidangan di Pengadilan Negeri Jember.

"Okom mateh beih pon, kuleh tak nerimah agi (hukum mati saja anak saya itu, saya tidak terima dia membunuh cucu saya)," kata Fatima seusai mengikuti persidangan, Selasa.

Fatimah mengaku sering dimarahi oleh terdakwa. "Sering egigiri guleh bik Soleha (sering dimarahi saya sama Soleha)," akunya.

Hal senada disampaikan kakak kandung Soleha, Sumiati. Dia mengaku sering mendapat perlakukan kasar dari adik kandungnya tersebut.

"Dia kasar sama saya dan ibu. Dia tidak mau ke keluarganya," ungkapnya.

Sumiati memohon kepada majelis hakim agar adik kandungnya tersebut divonis hukuman mati.

"Jangan hukum seumur hidup, hukum mati saja dia," pintanya.

Sebelumnya, terdakwa Soleha mulai menjalani sidang di pengadilan setempat. Soleha didakwa dengan Pasal 44 ayat 3 juncto Pasal 5 huruf a Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, atau Pasal 80 ayat 3 dan 4 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2003 tentang Perlindungan Anak.

Kasus pembunuhan itu terungkap berkat pengakuan Solihin (9), adik kandung korban Iin. Ironisnya, kasus tersebut baru terbongkar setelah dua tahun lamanya. Korban dibunuh dan dibuang ke septic tank oleh terdakwa Soleha lantaran emosi ketika melihat piring yang digunakan untuk makan oleh korban jatuh, kemudian pecah.[mr/tribun]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...