24 March 2017

Dua Pilot Susi Air Positif Morfin Tiba di BNN

KONFRONTASI - Dua pilot bule Susi Air, BH dan DE, yang urinenya positif morfin saat pemeriksaan di Bandara Tunggul Wulung, Cilacap, Jawa Tengah, tiba di kantor Badan Narkotika Nasional (BNN), Cawang Jakarta Timur, Rabu (11/1/2017) petang.

Namun, kedua pilot Susi Air tersebut menolak saat hendak diarahkan oleh petugas dilakukan tes narkoba lanjutan ke laboratorium BNN. Keduanya beralasan ingin didampingi pengacara.

Atas kejadian itu, Deputi Pemberantasan BNN, Inspektur Jenderal Pol Arman Depari, yang berada di depan lobi kantor BNN langsung mengarahkan keduanya ke ruang Media Center BNN.

Pantauan Tribunnews.com, Arman memberikan sejumlah pertanyaan dan memberikan penjelasan kepada kedua pilot. Arman juga mengecek identitas dan paspor keduanya di ruangan tersebut.

Seerong penerjemah perempuan turun hadir dalam proses tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, kedua pilot belum dibawa ke laboratorium BNN.

Sebelumnya, Kabag Humas BNN Kombes Pol Slamet Pribadi menyampaikan, kedua pilot akan menjalani tes narkoba lanjutan di laboratorium BNN setelah dibawa dari Cilacap.

Sebelumnya pihak pengelola Bandara Tunggul Wulung, Cilacap, melarang dua pilot Susi Air, BH dan DE, menerbangkan pesawat tujuan Halim Perdanakusuma, Jakarta, karena berdasarkan pemeriksaan urine oleh BNNK Cilacap terhadap keduanya diketahui positif morfin.

Keduanya terjaring setelah pihak BNNK Cilacap melakukan pemeriksaan urine terhadap semua awak pesawat yang baru mendarat, siswa sejumlah sekolah penerbangan, dan pekerja di Tunggul Wulung, Cilacap.

Pilot Susi Air yang baru mendarat dari Jakarta, BH, sempat menolak ketika diminta menjalani pemeriksaan urine oleh Kepala BNNK Cilacap, AKBP Edy Santosa. Bahkan, si pilot sempat membalikkan kamera telepon genggam awak media yang mengarah kepadanya.

Pilot BH dan DE merupakan warga negara asing yang secara bergantian menjadi pilot dan kopilot dalam penerbangan Halim Perdanakusuma-Cilacap pergi pulang.

Pemeriksaan urine tersebut digelar untuk menindaklanjuti kasus pilot Citilink yang diduga menggunakan obat-obatan terlarang saat hendak menerbangkan pesawat di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta pada beberapa waktu lalu.[tribun/ian]

Category: 

loading...

Berita Terkait

Baca juga


Loading...