19 December 2018

Dua Petani di Garut Duel Sampai Mati karena Rebutan Air

KONFRONTASI - Dua orang petani di Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, Kamis (11/10) siang, terlibat pertikaian sengit. Salah seorang di antara keduanya pun tewas akibat luka sabetan benda tajam di bagian ketiak dan perut.

Dua petani yang terlibat pertikaian tersebut adalah Omas (54) warga Kampung Citonggeret dan Rukman (84) warga Kampung Barukai, Desa Karyamekar, Kecamatan Pasirwangi.
Komandan Koramil Samarang Kapten Infanteri Dedi mengatakan, peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 11.30 WIB di areal kebun milik Oja (70) di Kampung Citonggeret, Desa Karyamekar, Kecamatan Pasirwangi.
"Jadi Omas dan Ruman ini terlibat keributan di kebun. Dalam aksi tersebut, Rukman melakukan pembacokan spontan terhadap Omas hingga menyebabkan meninggal dunia karena mendapatkan luka yang sangat serius, ujar Dedi.

Petani, Garut Tewas Akibat Berkelahi

Seorang petani di Garut tewas akibat berkelahi. (Foto: Iqbal Gojali)
Berdasarkan keterangan saksi Enceng (35), kata Dedi, kejadian tersebut berawal dari adanya perebutan air untuk menyiram lahan kebun. Enceng mendengar informasi bahwa Omas dan Rukman sedang terlibat percekcokan akibat masalah air.
"Mendapat informasi tersebut, Enceng langsung datang ke kebun yang menjadi lokasi percekcokan dan di lokasi sudah ada Entang yang sedang memeluk Omas. Saat itu ia melihat kondisi Omas sudah bersimbah darah sehingga ia pun langsung membawa korban ke RSUD dr Slamet Garut dibantu warga lainnya, tetapi dalam perjalanan Omas meninggal dunia," katanya.
Menurut Dedi, sebelum peristiwa itu Omas sempat menutup saluran air yang biasa digunakan oleh Rukman sehingga memicu keributan. Di sisi lain, antara pelaku pembacokan dan korban yang meninggal dunia masih ada hubungan saudara.
"Saat ini kasus tersebut sudah ditangani oleh pihak kepolisian, dan untuk pelaku sudah diamabkan di Mapolsek Pasirwangi untuk diproses lebih lanjut. Sedangkan untuk jenazah korban, saat ini masih berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Slamet Garut untuk dilakukan visum," kata dia.
Kapolsek Pasirwangi, AKP Sulman Azis membenarkan peristiwa tindak penganiayaan yang menyebabkan meninggal dunia di wilayah hukumnya akibat rebutan air. Ia mengatakan, jika pelaku audah diamankan dan pihaknya saat ini tengah berjaga di rumah korban untuk mengantisipasi dan menenangkan keluarga.(Jft/Kumparan)
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...