23 January 2018

Divonis Mati, Pembunuh Sekeluarga di Medan Menangis

Konfrontasi - Terdakwa pembunuh sekeluarga di Medan, Sumatera Utara (Sumut) Andi Lala divonis mati. Usai divonis mati, Andi Lala menangis dan enggan berkomentar. Ia terus menghapus air matanya. 

Sidang vonis itu berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Sumut, Jumat (12/1/2018) sore. Majelis hakim dipimpin Domingus Silaban dan jaksa penuntut umum yakni Kadlan Sinaga. 

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Andi Lala dengan pidana mati," kata Domingus Silaban.

Majelis hakim menyatakan perbuatan Andi Lala bersalah dan melanggar Pasal 340 KUHP. Putusan hakim ini sesuai dengan tuntutan jaksa penuntut umum sebelumnya yakni pidana mati.

Selain Andi Lala, dua terdakwa lainnya yang menjalani vonis yakni Andi Saputra dan Roni Anggara. Kedua terdakwa itu dinyatakan bersalah dan dihukum 20 tahun penjara. 

Selama persidangan, ketiga terdakwa lebih banyak menunduk. Usai persidangan, penasihat hukum ketiga terdakwa menyatakan banding.

Andi lala yang mendengar putusan itu tampak menangis. Saat digiring petugas, dia tampak terus mengusap air matanya. Dia juga tidak berkomentar atas putusan itu.

Seperti diberitakan, kasus ini terjadi pada Minggu (9/7). Motif pembunuhan sekeluarga yang menewaskan Riyanto (40), Sri Ariyanti (40), Sumarni (60), Naya (13) dan Gilang adalah dendam.

Selain lima korban tewas, seorang balita sempat kritis. Balita itu bernama Kinara. Sebelum tertangkap, Andi Lala berusaha melarikan diri dan berpindah lokasi. Dia akhirnya tertangkap di rumah saudaranya di Indragiri Hilir, Riau.

Sebelumnya, jaksa penuntut umum menyatakan Andi Lala adalah pelaku utama dalam kasus ini. Sementara, Roni Anggara dan Andi Saputra ikut turut bersama-sama melakukan tindakan. (dtk/mg)

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...