11 December 2019

Bu Guru Cerita Punya Murid Aneh Bernama CB, Tanya Segala Hal Tentang Diri Bu Guru

KONFRONTASI -   Wening Pamuji Asih (33) warga Sambeng, Poncosari, Srandakan yang menjadi korban penusukan oleh CB saat ini masih menjalani perawatan intensif di RS Sardjito. Tindakan operasi pada luka tusukan harus dilakukan untuk menyelamatkan nyawa korban.

Seperti dilansir dari Harianmerapi.com, Di mata keluarga, korban dikenal mudah bergaul dan tidak tertutup. Bahkan korban sempat bercerita bahwa di sekolah ada salah satu siswa yang aneh. Siswa tersebut sering menanyakan di mana tempat tinggal korban, dan terkesan ingin mengetahui banyak tentang diri korban.

 

“Namun belum dipastikan apakah siswa yang dianggap aneh itu pelaku atau bukan,” kata kakak ipar korban, Gufron Ahmad kepada wartawan. Dia menceritakan, kondisi adiknya saat ini sudah mulai membaik setelah menjalani operasi pada lukanya.

Sebelum pihak keluarga mendapat kabar penangkapan pelaku, di rumah sakit, suami korban mengatakan korban pernah bercerita terkait salah satu siswa di sekolahnya. Siswa laki-laki itu disebutkan Gufron selalu ingin tahu tentang pribadi korban. Siswa tersebut sering menanyakan alamat korban, di mana rumahnya, arah rumah dan warna cat rumahnya apa.

Namun begitu suami korban tidak menanyakan lebih detail tentang siswa yang diketahui justru tidak pernah diajar oleh korban di sekolah itu. “Muridnya itu seperti ingin tahu, nanya ini itu, dia siswa SMA adik saya, tapi dia tidak di kelas yang diajar adik saya,” ungkapnya.

Selama ini menurut Gufron tidak ada murid korban yang pernah datang ke rumah. Wening yang suka bercerita itu, hanya satu hari dalam seminggu mengajar di sekolah pelaku. Guru mata pelajaran sejarah itu justru baru mengajar sejak satu tahun terakhir. Setelah menikah dengan adiknya pada tahun 2016 lalu, korban sudah aktif mengajar di salah satu SMK Negeri di Sewon. “Di Sewon itu kalau Senin tidak ada jam mengajar jadi dia diminta bantu ngajar di Lendah,” jelasnya.

Setiap hari guru berparas cantik itu tinggal bersama ayah mertua, dan suaminya. Perangkat Desa Poncosari ini mengatakan saat kejadian suami korban sedang berada di masjid mengikuti kegiatan pertamuan rutin. Gufron saat kejadian tengah berada di rumahnya tidak jauh dari rumah korban. Sang ayah tiba-tiba datang meminta pertolongan setelah mendapati Wening terluka dan banyak mengeluarkan darah. “Setelah kejadian, bapak datang meminta pertolongan,” cerita Gufron.

 

Pihak keluarga mendapatkan kabar penangkapan pelaku pada Kamis pagi. Keluarga berharap pelaku dapat diproses sesuai hukum yang berlaku. Keluarga hingga saat ini belum berkomunikasi dengan pihak sekolah karena tengah fokus pada kesembuhan korban yang masih dirawat intensif di rumah sakit. “Mudah-mudahan kondisi adik saya segera membaik, kita serahkan prosesnya kepada kepolisian,” pungkasnya.(Jft/Teras.id)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...