22 August 2019

Bu Dosen Akui Empat Kali Beri Racun Tikus Pada Kekasihnya

KONFRONTASI-Hasil forensik terhadap kasus pembunuhan Sugimin, 52, calon anggota legislatif (caleg) petahana Partai Golkar asal Sragen akhirnya dibeberkan polisi. Tersangka mengakui, telah empat kali memberi kapsul obat diare berisi racun tikus.

Awalnya, tersangka berinisial NK, 41, mengatakan, dia hanya tiga kali memberikan kapsul berisi racun itu. Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti membeberkan, hasil forensik kedoketeran kepolisian (dokpol) menunjukkan dalam tubuh korban mengandung racun tikus. 

”Kasus ini terungkap dari hasil visum luar di RSUD dr Soediran Mangun Sumarso. Dokter curiga korban meninggal bukan karena serangan jantung, tapi karena keracunan,” kata Uri Nartanti Rabu (24/4).

Menurut kapolres, kejadian bermula pada Kamis (11/4) korban datang ke rumah tersangka NK di Gunung Kukusan, Kelurahan Giriwono, Kecamatan Wonogiri mengendarai mobil Panther Touring bernopol AD 9210 RE. Sebelumnya, antara korban dan tersangka ada hubungan asmara terlarang dan bisnis konveksi.

Asmara sudah terjalin sejak 2016 dan suami tersangka juga tahu hubungan itu. Saat bertemu tersangka, korban mengeluhkan sakit perut. Dari situlah timbul niatan tersangka yang juga berprofesi sebagai dosen di universitas swasta di Kediri tersebut untuk meracun korban. 

Alasannya, karena korban beberapa kali meminta uang ke tersangka. Yang terakhir minta Rp 750 juta. Tapi, tersangka sudah tidak punya apa-apa lagi untuk diberikan.

”Korban juga mengancam tersangka, anaknya akan diculik. Tapi, soal minta uang dan ancaman menculik itu baru pengakuan tersangka lho ya. Nanti di pengadilan pembuktiannya,” kata Uri. 

Tersangka kemudian meracik racun yang dimasukkan ke dalam kapsul obat diare. Oleh tersangka dan suami tersangka Nwt, 45, korban kemudian dibawa ke RS Marga Husada Wonogiri menggunakan mobil milik Nwt.

Sempat dirawat beberapa hari dan korban minta pulang. Karena korban masih mengeluh sakit perut, dia diberi kapsul berisi racun lagi. ”Tersangka juga cerita kepada suaminya jika telah meracun korban. Keterlibatan Nwt masih kita dalami,” papar Uri.

Korban yang masih merasakan sakit kembali dirawat beberapa hari di RS dr Oen Solo Baru. Korban sempat meminta dipulangkan ke Sragen, tapi malah dibawa ke Giriwoyo, ke rumah kerabat tersangka pada Senin (15/4). 

Dalam perjalanan ke Giriwoyo, tersangka memberi korban dua butir kapsul berisi racun tikus lagi. Tersangka juga sempat memakaikan baju Partai Golkar kepada korban. Baru Selasa (16/4) dini hari, korban dibawa ke RSUD dr Soediran Mangun Sumarso Wonogiri. Namun korban sudah meninggal saat perjalanan.

Ditemui di Polres Wonogiri, Leonardus selaku penasihat hukum NK mengatakan, tersangka adalah seorang dosen di universitas swasta di Kediri. Saat ini tersangka sedang menyelesaikam studi S3 di universitas negeri di Solo. [mr/japos]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...