14 November 2019

Brigadir Pastiko Bakal Disanksi Terkait Insiden Peluru Nyasar di Kampus UBL

Konfrontasi - Propam Polda Lampung masih memeriksa Brigadir Pastiko Jayadi terkait insiden peluru nyasar yang mengakibatkan Rahmad Heriyanto mengalami luka tembak. Pastiko dipastikan kena sanksi akibat kelalaiannya itu.

"Ya pasti ada sanksi disiplin nanti apa kelalaiannya gitu. Nanti ada sanski disiplin," kata Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pandra dilansir dari detikcom, Sabtu (10/8/2019). 

Sanksi yang akan diberikan kepada Pastiko diputuskan oleh Propam.

"Nanti perlu pemeriksaan lebih lanjut, nanti kita tunggu hasil investigasi Propam," imbuhnya.

Propam saat ini juga tengah mendalami asal-usul senjata api FN yang meletus dalam insiden itu. Senjata api itu meletus saat hendak diserahkan oleh Pastiko kepada Duansyah.

"Iya itu masih kami dalami. Tim dari reserse juga diturunkan untuk ivestigasi," lanjutnya.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.30 WIB di halaman parkir kampus UBL. Saat itu Pastiko dan Duansyah di dalam mobil sedang serah terima senjata api.

Senjata itu tiba-tiba meletus saat Pastiko mengokangnya. Peluru menembus kaca mobil hingga mendarat di perut Rahmad yang saat itu sedang berada di kantin.

Rahmad adalah mahasiswa di kampus UBL. Dia juga seorang pegawai negeri sipil (PNS) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Lampung. (dtk/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...