14 November 2019

Bohongi Rakyat, Gubernur dan Wagub Lampung Digugat Rp 25

KONFRONTASI - "Kami tantang Ridho dan Bachtiar hadir di sidang, hadapi langsung rakyat, seperti saat penyampaian janji kampanye pilgub lalu, yang langsung depan rakyat,” ujar Koordinator Team Advokasi Gerakan Rakyat (TEGAR) Indonesia, Agus Rihat P. Manalu kepada media, Kamis (2/7/2015).

Usai pendaftaran gugatan class action rakyat Lampung "Menagih Janji Ridho-Bachtiar", Agus Rihat bersama advokat lainnya Masrina Napitupulu dan para penggugat, menemui awak media guna menjelaskan isi gugatan beregister "No. Perkara 93/ Pdt.G/ 2015/ PN.TJK."

"Tergugat satu adalah Gubernur Lampung Ridho Ficardo dan tergugat dua Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri. Keduanya satu paket yang gagal penuhi janji kampanye seperti perbaikan infrastruktur, kesehatan, pendidikan dan lainnya. Ridho-Bachtiar harus bayar ganti rugi materil senilai dua puluh lima rupiah. Sita kantor Gubernur Lampung untuk jaminan pelaksanaan putusan," tegas alumnus FH Unila itu.

Salah satu penggugat, Ricky Tamba mengecam keras kebohongan Ridho-Bachtiar saat ditagih janji oleh rakyat dan media massa.

"Setahun waktu yang lama untuk membangun, terlebih didukung kekuasaan, ribuan aparatur dan fasilitas lainnya. Saya ini petani di Lampung Timur, bila jagung, setahun tiga kali panen, bila singkong hampir dua kali. Nah ini apa? Bohong besar mau memberi dan melayani!" sergahnya.  

Ricky menilai Ridho-Bachtiar bukanlah pemimpin rakyat. Dia tidak memilih Ridho-Bachtiar karena dinilai tidak dapat dipercaya, dan sekarang terbukti gagal memenuhi janji-janji kampanye setelah berkuasa.

Selain Ricky Tamba, tercatat nama-nama berikut sebagai penggugat sebagai wakil rakyat Lampung Gunawan (wiraswasta, Metro), Syamsudin (wiraswasta, Lampung Tengah), Rizandi Tabrani (buruh, Bandar Lampung), Fadilatul Rahman Fikri (petani, Way Kanan), Nurul Azmi (mahasiswa, Tanggamus). [ian]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...