22 February 2017

BNN Tangkap WN Tiongkok Penyeludup Sabu

KONFRONTASI - Aparat gabungan yang terdiri dari petugas Bea Cukai, BNN dan Polresta Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Kamis, 2 Oktober 2014, menangkap Empat warga negara asing (WNA).

Keempat tersangka berupaya menyelundupkan narkotika total senilai Rp21 miliar ke Indonesia dengan memanfaatkan paket jasa titipan dan menyamarkan dalam barang bawaan penumpang.

 

Tiga WNA di antaranya adalah dua warga Tiongkok berinisial YLW (34) dan YKP(33) dan seorang warga Taiwan LYW (34), ditangkap di sebuah apartemen di wilayah Gajah Mada, Jakarta. Ketiganya menerima dua paket kiriman dari Hong Kong berupa ratusan baut besi berisi narkotika.

 

"Merupakan hasil pengembangan Polresta Bandara Soekarno Hatta, atas temuan petugas bea cukai berupa ratusan baut besi raksasa berisi narkotika jenis ketamine seberat 7 kilogram dan sabu seberat 6,2 kilogram senilai Rp15,4 miliar yang dikirim melalui paket kiriman dan kargo," kata Wakasat Narkoba Polresta Bandara Soekarno Hatta, AKP Subekti.

 

Subekti mengatakan, upaya penyelundupan narkotika tersebut berasal dari satu jaringan narkotika internasional yang sama, yakni asal Tiongkok.

 

"Dari pengiriman pertama dan kedua, kami memastikan pengirim dan penerima sama, dengan modus pengiriman yang sama pula. Jarak waktu pengirimannya pun hanya berselang dua hari," ucapnya.

 

Menurut Kepala Kantor Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Okto Irianto, pengungkapan dua kasus penyelundupan narkotika itu, berdasarkan informasi dari Badan Narkotika Internasional (BNN) kepada petugas bea dan cukai Bandara Soekarno Hatta Tangerang.

 

"Dari keterangan tersangka, rencananya ketamine dan sabu akan dijual di sejumlah tempat hiburan malam di Jakarta," kata Okto

 

Selain itu, lanjut Okto, petugas Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta juga menggagalkan upaya penyelundupan hashish atau ekstrak mariyuana berbentuk pasta hitam seberat 4,2 kilogram yang dibawa oleh seorang penumpang wanita berinisial BG (56) asal Jerman yang di sembunyikan di dinding koper.

 

"Dari keterangan BG, yang berprofesi sebagai therapist ini bertindak sebagai kurir dengan upah US$55 ribu. Dia disuruh seseorang yang merupakan warga negara India, untuk diberikan kepada warga India di Jakarta," ujarnya.

 

"Para tersangka dan barang bukti kami serahkan ke polresta Tangerang untuk penyidikan lebih lanjut."[ian/vvn]

Category: 

Berita Terkait

Baca juga


Loading...