22 February 2017

BNN Gagalkan Penyelundupan 6 Kg Sabu Asal Malaysia

KONFRONTASI - Narkotika jenis sabu seberat 6 kilogram asal  Malaysia gagal beredr di Indonesia. Badan Narkotika Nasional (BNN) menggagalkan penyelundupan sabu tersebut dari Malaysia ke Tanjung Balai, Sumatera  Utara. Juru bicara BNN Komisaris Besar Sumirat Dwiyanto mengatakan, sindikat jaringan narkoba Tanjung Balai ini, rutin menyelundupkan sabu dari Malaysia ke Tanjung Balai hingga Medan. "Dalam satu bulan, setidaknya mereka bisa mengambil sabu dari Malaysia sebanyak empat kali," kata Sumirat, Kamis, 23 Oktober 2014.

Sebanyak lima orang yang menyelundupkan sabu melalui jalur laut itu ditangkap, pada Selasa, 22 Oktober 2014. Sumirat menjelaskan, penyelundupan sabu dilakukan melalui jalur laut, karena anggota sindikat ini rata-rata para mantan nelayan. "Jadi, mereka menguasai jalur laut yang terbentang dari Malaysia ke Tanjung Balai," ujarnya.

Penangkapan ini berawal dari adanya data intelejen dan informasi dari masyarakat, diduga terjadi adanya penyelundupan narkotik di tengah laut, pada Selasa, 22 Oktober 2014. Kemudian, kurir yang diduga membawa barang haram itu tiba di kawasan Tanjung Balai sekitar pukul 15.00 WIB. Barang haram itu kemudian diambil oleh tersangka Anto. Selanjutnya, Anto menyerahkan sabu itu ke tersangka Jack untuk dibawa ke Tebing. " Di Tebing, sabu itu diserahkan kepada tersangka Wakadin," kata Sumirat

Wakadin kemudian membawa sabu ke Medan, untuk bertemu tersangka Tohar dan Jainudin di lobi Hotel Resident, Medan. "Di sana Wakadin menyerahkan satu kilo sabu kepada Jainudin," ujarnya.

Seusai transaksi, Tohar dan Jainudin pergi ke Terminal Pinang Baris. Keduanya hendak ke Aceh dengan membawa satu kilo sabu. "Pas di terminal itu, keduanya kami tangkap," kata Sumirat. Di waktu yang bersamaan, petugas BNN menggerebek Wakadin di rumahnya di daerah Medan. "Kami mendapati sabu seberat lima kilogram di dalam mobil Wakadin," kata dia. Kepada penyidik, Wakadin mengaku, lima kilo sabu itu akan diserahkan setelah adanya perintah dari tersangka Tohar.

BNN menduga, tersangka Wakadin bukan hanya sebagai kurir. "Tapi, juga sebagai penampung uang dari hasil transaksi narkotika," ujarnya. Sedangkan, Jainudin diduga sebagai bandar pengendar narkoba di Aceh.[ian/tmp]

Tags: 
Category: 

Berita Terkait

Baca juga


Loading...